Pemerintah Perluas Layanan Mecca Route ke Bandara Sultan Hasanuddin

Pemerintah Perluas Layanan Mecca Route ke Bandara Sultan Hasanuddin
Foto: Ilustrasi Pemerintah Perluas Layanan Mecca Route ke Bandara Sultan Hasanuddin.

Pemerintah Indonesia resmi memperluas jangkauan layanan Makkah Route ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk mempermudah keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan tahun 1447 H atau 2026 M. Keputusan perluasan akses pemeriksaan cepat ini diumumkan di Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026), dilansir dari Detikcom.

Fasilitas ini sebelumnya hanya tersedia di tiga titik utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Adi Soemarmo (Solo). Dengan adanya penambahan di Makassar, jemaah dari wilayah timur Indonesia kini dapat menikmati kemudahan serupa tanpa harus mengantre panjang saat tiba di Arab Saudi.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memberikan penjelasan mengenai penambahan lokasi baru tersebut setelah melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Haji dan Umrah di Jakarta.

"Kemarin kita buka di tiga bandara, yaitu Soekarno-Hatta, kemudian Solo, dan Jawa Timur di Juanda. Sekarang kita tambahkan dengan Mecca Route di Makassar," kata Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Penambahan layanan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu karena seluruh dokumen dan stempel paspor diselesaikan sejak jemaah berada di tanah air. Agus juga menyampaikan harapannya agar sistem ini mendukung kelancaran operasional ibadah haji tahun ini.

"Mudah-mudahan ini bisa memperlancar keberangkatan jemaah haji kita yang akan menjalankan ibadah haji tahun ini," sambung Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Inovasi imigrasi tidak hanya berhenti pada proses keberangkatan, tetapi juga mencakup skema kepulangan jemaah melalui sistem pemindaian wajah. Skema ini dirancang agar jemaah yang tiba kembali di Indonesia dapat melewati koridor khusus dengan teknologi pengenalan wajah tanpa hambatan birokrasi manual.

"Kami akan menerapkan proses imigrasi yang lebih mudah, artinya immigration seamless, sehingga saat jemaah kembali mereka cukup melewati koridor yang sudah disiapkan melalui pengenalan wajah," jelas Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf turut memberikan detail mengenai dampak teknis dari penerapan sistem pemeriksaan dokumen terpadu ini. Beliau menekankan bahwa kemudahan akses fisik jemaah setelah mendarat di bandara tujuan di Arab Saudi menjadi poin utama program ini.

"Yang dimaksud Makkah Route itu pemeriksaan imigrasi di Saudi dilaksanakan di sini, sehingga jemaah sampai di sana sudah tidak ada pemeriksaan lagi dan langsung menuju bus menuju penginapan," kata Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.

Artikel terkait

Rekomendasi