Inggris Peringatkan Wisatawan Terkait Penipuan Pembiusan di Tokyo

Inggris Peringatkan Wisatawan Terkait Penipuan Pembiusan di Tokyo
Foto: Ilustrasi Inggris Peringatkan Wisatawan Terkait Penipuan Pembiusan di Tokyo.

Pemerintah Inggris secara resmi mengeluarkan peringatan terbaru bagi warganya yang merencanakan perjalanan ke Jepang menyusul peningkatan laporan kasus penipuan di pusat hiburan malam Tokyo. Peringatan tersebut dirilis pada Kamis (30/4/2026) oleh Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) untuk menanggapi maraknya tindakan kriminal yang menyasar pelancong mancanegara.

Dilansir dari Detik Travel, otoritas Inggris mengidentifikasi modus operandi berupa pembiusan minuman atau drink spiking yang berujung pada penyalahgunaan kartu kredit korban. Kepolisian Jepang sebelumnya telah menetapkan empat titik risiko tinggi di ibu kota, yakni wilayah Kabukicho, Roppongi, Shibuya, dan juga Ikebukuro.

Laporan dari GB News mengungkapkan bahwa pelaku biasanya merupakan calo jalanan yang menggunakan kemampuan Bahasa Inggris untuk menjerat wisatawan. Para korban diduga diberikan minuman yang telah dicampur zat tertentu setelah diajak masuk ke dalam bar atau klub malam di area tersebut.

"Ada peningkatan laporan terkait pembiusan minuman dan penipuan kartu kredit. Korban melaporkan bangun tanpa ingatan atas apa yang terjadi dan mendapati tagihan dalam jumlah besar di kartu kredit mereka," pernyataan FCDO.

Instansi tersebut menambahkan bahwa kerugian finansial yang dialami oleh para warga Inggris cukup signifikan, dengan nilai mencapai puluhan ribu poundsterling. Mayoritas insiden tersebut dilaporkan terkonsentrasi di kawasan Kabukicho yang berada di distrik Shinjuku.

"Calo jalanan sering mendorong orang masuk ke tempat usaha dengan memberikan gambaran layanan yang tidak sesuai. Anda bisa dikenai biaya masuk, jadi jangan masuk hanya karena dijanjikan minuman gratis atau sekadar melihat-lihat," tulis FCDO.

Pihak berwenang menekankan bahwa meskipun praktik kyakuhiki atau calo jalanan dan prostitusi adalah ilegal di Jepang, aktivitas tersebut tetap marak ditemukan di lapangan. Wisatawan pun dilarang keras untuk mengikuti ajakan orang asing guna menghindari tagihan berlebih yang kerap memicu perselisihan dengan staf keamanan setempat.

"Pastikan Anda melihat menu beserta harga sebelum masuk ke bar atau restoran. Catat pesanan Anda dan konfirmasi biaya masuk klub sejak awal," FCDO mengimbau.

Guna menekan risiko menjadi korban kriminalitas, wisatawan disarankan untuk selalu mengawasi minuman mereka dan tidak menerima pemberian dari orang yang tidak dikenal. FCDO juga menyarankan para pelancong agar hanya membawa barang esensial dan memastikan setiap transaksi keuangan dilakukan dengan pengawasan ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi