IPB University Peringatkan Risiko Kebakaran Hutan 2026 Menyerupai Tragedi 1997

IPB University Peringatkan Risiko Kebakaran Hutan 2026 Menyerupai Tragedi 1997
Foto: Ilustrasi IPB University Peringatkan Risiko Kebakaran Hutan 2026 Menyerupai Tragedi 1997.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2026 diprediksi jauh lebih serius dan berpotensi menyerupai tragedi tahun 1997 hingga 1998 yang menghanguskan jutaan hektare lahan, dilansir dari Media Indonesia pada Kamis (21/5).

"Patut diduga kebakaran yang akan terjadi pada tahun 2026 adalah mirip dengan kejadian kebakaran tahun 1997/1998. Kebakaran yang dimulai tahun 1997 kemudian berlanjut hingga tahun 1998. Hal ini pula yang dikhawatirkan akan terjadi, di mana kebakaran akan dimulai pertengahan tahun 2026 dan kemudian berlanjut hingga tahun 2027," ujar Bambang Hero Saharjo, Pakar karhutla IPB University.

Kekhawatiran mengenai lonjakan karhutla ini didasarkan pada munculnya sinyal Super El Nino 2026. Fenomena ini ditandai oleh kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang mencapai minimal 2 derajat Celsius di atas rata-rata.

"Kita kadang sering abai dan tidak terlalu ambil pusing dengan potensi kebakaran seperti yang diprediksikan sebelumnya, dan baru tersadar ketika kebakaran dan asap sudah berkibar di mana-mana, sementara sarana prasarana sudah mulai usang karena sering digunakan namun pemeliharaan dan penyediaan peralatan baru terkendala oleh dana akibat efisiensi anggaran," tegas Bambang Hero Saharjo, Pakar karhutla IPB University.

Berdasarkan penelitian dari jurnal Nature Communications 2025, langkah proaktif dan peringatan dini sangat krusial untuk menekan risiko. Wilayah prioritas yang harus segera bersiap menghadapi musim kemarau meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Artikel terkait

Rekomendasi