Tanggal 11 Februari 2026 menjadi momentum global untuk merayakan berbagai peringatan penting, mulai dari kesetaraan gender di bidang sains hingga solidaritas kemanusiaan bagi orang sakit. Momentum ini dilansir dari Caritahu sebagai hari istimewa yang diakui secara internasional dan nasional.
Salah satu peringatan utama adalah Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang diinisiasi oleh Majelis Umum PBB sejak 2015. Agenda tahunan ini bertujuan mengapresiasi peran besar perempuan di sektor sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Peringatan tahun 2026 mengusung tema utama "From Vision to Impact: Redefining STEM by Closing the Gender Gap". Fokus ini menekankan pentingnya transisi dari sekadar visi menjadi tindakan nyata untuk menghilangkan kesenjangan gender di dunia sains.
Selain tema utama, terdapat pula tema pendukung yakni "Synergizing AI, Social Science, STEM and Finance: Building Inclusive Futures for Women and Girls". Langkah ini diharapkan mampu mendorong inklusivitas masa depan inovasi melalui program beasiswa dan kampanye pemberdayaan.
Data dari UNESCO menunjukkan bahwa peneliti perempuan di seluruh dunia saat ini masih berjumlah kurang dari sepertiga total peneliti global. Faktor akses pendidikan dan budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih menjadi tantangan bagi partisipasi perempuan di level tinggi.
Hari Orang Sakit Sedunia dan Peringatan di Jepang
Bersamaan dengan itu, Gereja Katolik memperingati Hari Orang Sakit Sedunia yang bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Lourdes. Peringatan ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992 silam.
Momen ini bertujuan mengajak masyarakat memberikan dukungan moral dan doa kepada mereka yang sedang menderita sakit. Kegiatan yang biasanya dilakukan meliputi kunjungan ke rumah sakit, doa bersama, serta pemberian penghargaan bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan perawatan.
Di belahan dunia lain, masyarakat Jepang merayakan Hari Pembentukan Negara atau Kenkoku Kinen no Hi sebagai hari libur nasional. Tanggal ini merujuk pada pendirian tradisional Jepang oleh Kaisar Jimmu pada tahun 660 SM berdasarkan catatan sejarah kuno.
Perayaan di Jepang umumnya diwarnai dengan pidato resmi kaisar dan berbagai upacara kebudayaan di sekolah maupun instansi pemerintah. Meskipun dirayakan dengan suasana tenang, hari ini tetap menjadi simbol kuat identitas nasional dan rasa cinta tanah air bagi warga Jepang.