Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jabodetabek. Fenomena hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat ini diprediksi terjadi pada periode 1 hingga 2 Mei 2026.
Kondisi ini memicu peningkatan risiko yang dapat mengganggu rutinitas warga serta memengaruhi stabilitas lingkungan sekitar. Peringatan ini, sebagaimana dikutip dari Kompas, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang signifikan.
Pada Jumat, 1 Mei 2026, sejumlah daerah masuk dalam kategori waspada. Wilayah tersebut meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, serta wilayah Bogor.
Di sisi lain, tingkat risiko yang lebih tinggi ditetapkan untuk Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Keempat wilayah ini berada dalam status siaga karena berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
Memasuki Sabtu, 2 Mei 2026, jangkauan cuaca ekstrem diperkirakan masih meluas di kawasan penyangga ibu kota. Status waspada ditetapkan bagi wilayah Tangerang Raya, sebagian besar Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Depok.
Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang tetap bertahan pada kategori siaga. Intensitas curah hujan di dua titik tersebut diprediksi tetap tinggi selama akhir pekan.
Lembaga meteorologi tersebut juga memaparkan potensi dampak bencana hidrometeorologi yang mengikuti pola cuaca ini. Pada level waspada, gangguan yang mungkin muncul meliputi genangan air di jalanan, luapan sungai, hingga ancaman tanah longsor.
Risiko eskalasi dampak jauh lebih besar pada daerah berstatus siaga. Potensi bencana dapat meningkat menjadi banjir besar, banjir bandang, serta kerusakan infrastruktur yang dapat menghambat akses layanan publik bagi masyarakat luas.
BMKG menegaskan bahwa meski saat ini belum ada wilayah yang menyentuh level awas, pemantauan terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca karena kondisi ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu.