Mengenal Perbedaan Hantavirus Seoul di Indonesia dan Virus Andes

Mengenal Perbedaan Hantavirus Seoul di Indonesia dan Virus Andes
Foto: Ilustrasi Mengenal Perbedaan Hantavirus Seoul di Indonesia dan Virus Andes.

Indonesia mencatat adanya 23 kasus hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dilansir dari Detik Health, dari total temuan kasus tersebut, tercatat tiga pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Hantavirus yang ditemukan di wilayah Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis virus yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius baru-baru ini. Jenis yang terdeteksi di tanah air adalah seoul virus yang menjadi pemicu Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS).

Mekanisme penularan seoul virus ini diketahui hanya terjadi dari hewan pengerat atau rodent kepada manusia. Hal ini berbeda dengan jenis hantavirus lain yang sedang menjadi perhatian dunia saat ini, yakni virus andes.

Virus andes merupakan satu-satunya varian hantavirus yang memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia. Infeksi virus ini dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), sebuah kondisi gangguan pernapasan yang dinilai sangat mematikan.

Perbedaan sifat dan gejala ini terjadi karena hantavirus sebenarnya merupakan istilah payung atau umbrella term untuk sekelompok virus dalam keluarga famili hantaviridae. Setiap virus yang tergabung dalam keluarga besar ini memiliki sifat unik yang berbeda-beda.

Karakteristik yang berbeda tersebut menyebabkan manifestasi klinis atau gejala yang ditimbulkan pada tubuh manusia juga tidak seragam. Isu mengenai hantavirus kembali mencuat ke publik setelah terjadinya ledakan kasus di kapal pesiar mewah MV Hondius.

Wabah yang terjadi di kapal pesiar tersebut dikonfirmasi disebabkan oleh virus andes. Kemampuannya dalam bertransmisi dari orang ke orang menjadikannya varian yang paling diwaspadai di antara anggota keluarga hantaviridae lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi