Sudin SDA Jakarta Selatan Perbaiki Saluran Air Jebol Jalan Sultan Hasanudin

Sudin SDA Jakarta Selatan Perbaiki Saluran Air Jebol Jalan Sultan Hasanudin
Foto: Ilustrasi Sudin SDA Jakarta Selatan Perbaiki Saluran Air Jebol Jalan Sultan Hasanudin.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana melakukan perbaikan pada lubang besar yang muncul di tepi Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/4/2026). Langkah ini dilakukan setelah adanya kerusakan struktur di bawah badan jalan yang memicu penurunan permukaan aspal.

Kerusakan infrastruktur tersebut dilaporkan terjadi akibat kebocoran saluran air yang melintasi area bawah jalan. Dilansir dari Megapolitan, perbaikan pengaspalan baru akan dieksekusi setelah Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyelesaikan pembenahan pipa atau saluran yang rusak.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, memberikan konfirmasi bahwa kerusakan jalan dipicu oleh jebolnya saluran air. Penanganan fisik jalan bergantung sepenuhnya pada kecepatan koordinasi dengan pihak Sudin SDA.

"Itu crossing salurannya ada yang jebol. Untuk perbaikan jalannya yang pasti setelah crossing salurannya diperbaiki oleh Sudin SDA Jakarta Selatan," kata Rifki.

Pihak Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menyatakan telah mengambil langkah awal dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa estimasi perbaikan mencakup area sepanjang 10 meter.

"Tadi sudah survei (ke lokasi). Insya Allah minggu ini dikerjakan," kata Santo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang tersebut mulai terlihat sejak Jumat (24/4/2026) sore di area depan sebuah restoran cepat saji. Sebagai upaya pencegahan kecelakaan bagi pengendara, petugas parkir setempat telah memasang kerucut lalu lintas dan tali pembatas di sekitar area yang amblas.

Seorang juru parkir bernama Ilham menyebutkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak Kamis. Ia mengamati posisi aspal yang perlahan mulai melandai sebelum akhirnya membentuk lubang yang memperlihatkan aliran air di bawahnya.

"Jadi waktu terakhir aku masuk Kamis, itu memang posisinya dari awal emang sudah agak mangkok (cekung)," ungkap Ilham.

Warga dan pengguna jalan berharap proses perbaikan segera tuntas karena kondisi lubang yang dinilai membahayakan. Sebelumnya, warga sempat secara swadaya menutup area tersebut dengan puing bangunan karena lokasi itu merupakan sisa proyek trotoar yang belum sepenuhnya teraspal sempurna.

Artikel terkait

Rekomendasi