Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur telah memulihkan fungsi 30 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Laksamana Malahayati, Cipinang Muara, Jatinegara, Kamis (7/5/2026). Perbaikan dilakukan setelah puluhan lampu tersebut padam akibat pencurian komponen pada boks panel induk oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pemulihan infrastruktur ini melibatkan penggantian sejumlah komponen yang hilang agar aliran listrik kembali normal. Dilansir dari Megapolitan, percepatan penanganan dilakukan oleh tim Satgas guna memastikan keamanan pengguna jalan di kawasan tersebut.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengonfirmasi bahwa seluruh lampu yang terdampak kini telah berfungsi optimal kembali. Langkah teknis segera diambil begitu laporan mengenai pemadaman tersebut diterima oleh pihak dinas terkait.
"Lampu PJU di Jalan Laksamana Malahayati kini sudah nyala kembali. Karena telah dilakukan perbaikan oleh tim Satgas," kata Benhard Hutajulu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.
Durasi pengerjaan di lapangan tercatat lebih singkat dibandingkan dengan estimasi awal petugas. Benhard menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas publik agar fungsi penerangan tidak terganggu oleh aksi vandalisme atau pencurian.
"Mengimbau masyarakat untuk turut menjaga aset penerangan jalan umum dan infrastruktur lainnya. Karena jika dirusak atau dicuri maka yang merasakan dampaknya juga masyarakat," ujar Benhard Hutajulu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.
Kepala Seksi Prasarana, Sarana, Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, menjelaskan bahwa 12 personel gabungan dikerahkan untuk menyelesaikan masalah ini. Tim tersebut terdiri dari petugas tingkat kecamatan dan suku dinas.
"PJU yang padam kemarin itu menggunakan lampu LED SS 200 watt. Namun kini seluruhnya sudah normal," kata Yanuar Ikhsan, Kepala Seksi Prasarana, Sarana, Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur.
Yanuar mengungkapkan bahwa minimnya pengawasan dan ketiadaan kamera pemantau di lokasi kejadian menjadi hambatan utama dalam mengidentifikasi pelaku. Meski nilai ekonomi komponen yang dicuri relatif rendah, dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat merugikan pelayanan publik.
"Area sekitar juga tidak ada CCTV sehingga tidak dapat diketahui. Padahal komponen yang dicuri itu harganya murah. Mereka juga mencuri kabel bawah panel untuk diambil kawat tembaganya. Sedangkan kulitnya ditinggalkan begitu saja," ujar Yanuar Ikhsan, Kepala Seksi Prasarana, Sarana, Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur.
Aksi pencurian ini sebelumnya sempat menarik perhatian publik setelah unggahan video di akun media sosial resmi instansi memperlihatkan kondisi boks panel Gardu K 131 yang rusak. Pihak berwenang kini menginstruksikan peningkatan pengawasan rutin di setiap wilayah kecamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.