PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaksanakan pemeliharaan preventif berupa rekonstruksi perkerasan jalan di dua titik Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta untuk menjaga keandalan infrastruktur. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan yang melintas, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol Amri Sanusi menjelaskan bahwa pengerjaan fisik ini difokuskan pada jalur arah Jakarta. Proyek infrastruktur tersebut mencakup area Off Ramp Cikarang Utara serta titik di antara KM 35+082 hingga KM 34+977 pada Sabtu (09/05/2026).
"Sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga keandalan infrastruktur, JTT merencanakan kegiatan pemeliharaan berupa rekonstruksi perkerasan jalan yang akan dilaksanakan pada dua titik lokasi," ujar Amri Sanusi, Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol.
Pekerjaan di Off Ramp Cikarang Utara jalur B pada lajur 1 dan bahu luar dimulai Jumat (08/05/2026) pukul 22.00 WIB sampai Rabu (13/05/2026) pukul 12.00 WIB. Sementara itu, perbaikan di KM 35+082 sampai KM 34+977 dijadwalkan berlangsung sejak Minggu (10/05/2026) pukul 22.00 WIB hingga Rabu (13/05/2026) pukul 05.00 WIB.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menekankan pentingnya perawatan rutin ini. Hal tersebut dilakukan sebagai respons atas tingginya volume kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut setiap harinya.
"Pemeliharaan rutin ini menjadi langkah preventif yang secara konsisten dilakukan JTT untuk menjaga kualitas jalan tol tetap andal dan nyaman dilintasi pengguna jalan," kata Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Pihak pengelola jalan tol telah menyiapkan berbagai perangkat keselamatan kerja sesuai standar operasional yang berlaku di area konstruksi. Selain itu, informasi mengenai pekerjaan ini telah disebarluaskan melalui Dynamic Message Sign (DMS) serta media sosial resmi perusahaan guna meminimalisir kendala bagi pengendara.
Pengguna jalan diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan dan mengantisipasi waktu tempuh perjalanan selama masa perbaikan berlangsung. Petugas di lapangan juga akan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional untuk menjamin kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.