Pemerintah Perbaiki Jalan Berlubang di Underpass Bassura Jakarta Timur

Pemerintah Perbaiki Jalan Berlubang di Underpass Bassura Jakarta Timur
Foto: Ilustrasi Pemerintah Perbaiki Jalan Berlubang di Underpass Bassura Jakarta Timur.

Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan perbaikan cepat terhadap lubang jalan yang membahayakan di Underpass Bassura, Jatinegara, setelah video rekaman warga menjadi perhatian publik di media sosial pada Februari 2026. Penanganan tersebut dikonfirmasi oleh otoritas setempat menyusul adanya kekhawatiran terkait keselamatan pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Jalan Jenderal Basuki Rachmat tersebut.

Dilansir dari Megapolitan, kondisi kerusakan di Underpass Bassura sempat viral melalui unggahan video akun TikTok @Ijooel pada 23 Februari 2026. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah lubang berukuran besar dan cukup dalam yang dinilai sangat berisiko bagi para pengguna jalan.

"Dalam ini lubangnya. motor fix jatuh ini, gede banget lubangnya," kata seorang pria dalam rekaman video itu.

Perekam video tersebut juga memberikan tanda peringatan dengan menyemprotkan cat di sekitar area kerusakan agar pengendara lain dapat menghindar. Ia menyarankan agar perbaikan dilakukan menggunakan material beton mengingat beban jalan yang berat di lokasi tersebut.

"Nih (lubang jalan) yang kayak begini tidak bisa hotmix, harus pake beton juga. karena kalau tidak bakal pasti rusak lagi," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, memberikan konfirmasi mengenai langkah yang telah diambil oleh jajarannya. Ia menyatakan bahwa koordinasi teknis telah dilakukan untuk menutup lubang di Underpass Bassura.

"Sudah sy koordinasikan dengan Sudin Bina Marga. Itu sudah diperbaiki," kata Kusmanto, Senin (4/5/2026).

Meskipun telah diperbaiki, penanganan di lokasi dilaporkan menunjukkan pola tambal sulam dengan penggunaan aspal di atas struktur jalan beton. Fenomena kerusakan jalan yang berulang juga ditemukan di beberapa titik lain seperti kawasan Senen, Matraman, hingga Pancoran selama periode Februari 2026.

Irfan (34), seorang pengemudi ojek online yang rutin melintasi rute Senen-Matraman, mengaku sering melihat tambalan jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat.

"Saya kan tiap hari keliling narik di sini (Senen-Matraman), jadi hafal tuh titik-titiknya. Baru ditambal keliatan hitam mulus, eh dua minggu kemudian udah mulai pecah-pecah lagi," kata Irfan.

Warga lain bernama Toni (41) juga menyampaikan keluhan serupa terkait kualitas perbaikan jalan di wilayah Jakarta Selatan. Ia mencatat bahwa ketahanan hasil perbaikan seringkali tidak bertahan lama.

"Soalnya cepet banget rusaknya. Enggak lama setelah ditambal biasanya udah mulai pinggirannya ngelupas," ucap Toni.

Pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta memberikan penjelasan teknis mengenai metode penambalan cepat yang kerap dilakukan di lapangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah darurat demi meminimalisir risiko kecelakaan.

"Kondisi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan yang tinggi, sangat memengaruhi jalan dengan perkerasan lentur (aspal)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny.

Terkait efektivitas perbaikan, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan, Umar Mansyur, menekankan bahwa ada kondisi tertentu di mana rekonstruksi total lebih efisien daripada sekadar menambal.

"Rekonstruksi total jika kerusakan jalan sudah parah dan luas, biaya tambal sulam sudah melebihi 50 persen dari biaya rekonstruksi total, jalan sudah tidak memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan," ujar Umar.

Umar menambahkan bahwa faktor cuaca saat pengerjaan berlangsung sangat menentukan kualitas dan ketahanan dari perbaikan jalan tersebut.

"Wajar selama dikerjakan pada musim timur atau kemarau dan bukan sebaliknya pada musim barat atau hujan," kata Umar.

Artikel terkait

Rekomendasi