ASSI Tekankan Peran Strategis Satelit Dukung Ketahanan Digital Nasional

ASSI Tekankan Peran Strategis Satelit Dukung Ketahanan Digital Nasional
Foto: Ilustrasi ASSI Tekankan Peran Strategis Satelit Dukung Ketahanan Digital Nasional.

Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menekankan pentingnya peran satelit untuk memperkuat ekosistem digital dan ketahanan jaringan nasional pada pembukaan konferensi Asia Pacific Satellite Conference (APSAT) 2026 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dilansir dari Investor Daily, industri satelit saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap infrastruktur darat, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam menjamin keberlanjutan layanan digital di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Ketua Umum ASSI Risdianto Yuli Hermansyah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi satelit terus bergerak dinamis guna memenuhi kebutuhan konektivitas masyarakat yang semakin beragam di berbagai sektor kehidupan nasional.

"Industri satelit terus berkembang seiring kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Saat ini, peran satelit tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga turut mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional secara lebih luas,ÔÇØ kata Risdianto Yuli Hermansyah, Ketua Umum ASSI.

Risdianto menyebut struktur geografis Indonesia yang terdiri atas belasan ribu pulau menjadi peluang besar bagi optimalisasi teknologi ruang angkasa demi pemerataan akses informasi bagi 270 juta penduduk.

"Indonesia memiliki modal yang cukup baik, mulai dari kebutuhan pasar, sumber daya manusia, hingga pengalaman pelaku industri. Tugas kita bersama adalah bagaimana mengintegrasikan industri, riset, talenta, dan kebijakan dalam satu strategi yang berkelanjutan," tambah Risdianto.

Menurut Risdianto, sektor ini masih menghadapi tantangan besar terkait munculnya berbagai konstelasi satelit baru, masalah keamanan siber, hingga isu kedaulatan digital dalam kancah geopolitik global saat ini.

ÔÇ£Setiap negara memiliki konteks dan pendekatan yang berbeda. Bagi Indonesia, hal yang perlu dijaga adalah bagaimana kita dapat membangun kapasitas nasional yang memadai, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun sumber daya manusia, sehingga industri satelit kita tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," tutur Risdianto.

Ia memprediksi masa depan ekosistem digital akan melibatkan integrasi mendalam antara satelit dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, internet of things (IoT), hingga jaringan seluler 5G dan serat optik.

ÔÇ£Integrasi ini membuka peluang baru, sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur, kerangka regulasi, talenta, dan investasi yang adaptif terhadap perubahan,ÔÇØ ungkap Risdianto.

Guna merespons dinamika tersebut, ASSI menggelar APSAT 2026 pada 12-13 Mei 2026 dengan fokus diskusi pada kedaulatan digital, inovasi AI, dan penggabungan berbagai ekosistem teknologi terkini.

ÔÇ£Kami berharap APSAT dapat menjadi ruang pertemuan yang konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui forum ini, kami ingin mendorong dialog yang sehat dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan riset, teknologi, investasi, dan ekosistem satelit di tingkat nasional maupun regional," ucap Risdianto.

Artikel terkait

Rekomendasi