Gedung Putih secara resmi meluncurkan penyelidikan terhadap kasus kematian dan hilangnya 11 ilmuwan strategis di Amerika Serikat sejak tahun 2022. Para ahli tersebut diketahui memiliki akses terhadap informasi ilmiah sensitif yang berkaitan dengan program luar angkasa, energi nuklir, serta pertahanan nasional.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Minggu (26/4/2026), fenomena ini telah memicu perdebatan luas di masyarakat dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai keamanan para pakar di negara tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tanggapan terkait situasi yang menimpa orang-orang penting dalam sektor strategis ini.
"Semoga, saya tidak tahu, kebetulan atau apapun kalian mau sebut. Tapi beberapa adalah orang yang sangat penting. Kami akan pantau dalam waktu dekat," kata Trump, Presiden AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di hadapan awak media sebagai respons atas kekhawatiran publik. Karoline Leavitt selaku Juru Bicara Gedung Putih menegaskan bahwa otoritas keamanan sedang mengoordinasikan langkah-langkah penanganan kasus ini secara serius.
Leavitt menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) serta badan-badan terkait lainnya guna melakukan penyelidikan mendalam. Langkah proaktif diambil setelah adanya sorotan tajam dari media massa dan desakan dari sejumlah anggota parlemen.
James Comer dan Eric Burlison, dua anggota Kongres dari Partai Republik, dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada FBI, NASA, Departemen Energi, serta Departemen Perang. Mereka menuntut kejelasan atas rentetan insiden yang melibatkan personel dengan akses keamanan tinggi tersebut.
| Nama Ilmuwan | Bidang Keahlian | Tanggal Insiden |
|---|---|---|
| Amy Eskridge | UFO dan Antigravitasi | 11 Juni 2022 |
| Michael David Hicks | Asteroid dan Deep Space | Tahun 2023 |
| Frank Maiwald | Radiometri NASA JPL | 4 Juli 2024 |
| Nuno FG Loureiro | Nuklir (MIT) | 16 Desember 2025 |
| Carl Grillmair | Astrofisika CalTech | 16 Februari 2026 |
| Jason Thomas | Biologi Kimia | 17 Maret 2026 (Ditemukan) |
Kasus Orang Hilang dalam Lingkup Strategis
| Nama | Instansi/Keahlian | Waktu Hilang |
|---|---|---|
| Anthony Chavez | Laboratorium Los Alamos | 8 Mei 2025 |
| Monica Reza | Teknik Roket NASA JPL | 22 Juni 2025 |
| Melissa Casias | Administrasi Lab Los Alamos | 26 Juni 2025 |
| Steven Garcia | Kontraktor Senjata Nuklir | 28 Agustus 2025 |
| William McCasland | Purnawirawan US Air Force | 27 Februari 2026 |
Data tersebut menunjukkan pola yang mengkhawatirkan karena melibatkan para ahli dari lembaga ternama seperti NASA Jet Propulsion Laboratory dan Laboratorium Nasional Los Alamos. Sebagian besar kasus menunjukkan kejanggalan, mulai dari penyebab kematian yang tidak diungkap hingga penghapusan data ponsel secara total sebelum korban menghilang.