Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan 50.021 unit rumah subsidi senilai Rp 6,22 triliun di 33 provinsi dan 364 kabupaten/kota hingga 13 April 2026. Penyaluran melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini bertujuan menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Sebagaimana dilansir dari Kompas, stok rumah subsidi yang disiapkan pemerintah pada tahun 2026 mencapai 350.000 unit. Realisasi saat ini menunjukkan masih terdapat ketersediaan sekitar 300.000 unit rumah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk diserap oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho memberikan penjelasan mengenai tingkat penyerapan kuota yang sedang berjalan pada tahun ini.
"Saat ini baru terserap 14,29 persen dari target 350.000 unit," kata Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera.
Selain memaparkan data serapan, Heru menjelaskan mengenai kemudahan akses pengajuan bagi calon debitur. Integrasi layanan kini dilakukan melalui satu platform digital guna mempersingkat alur birokrasi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian.
"Tapera Mobile adalah integrasi antara Sikumbang dan Sikasep, sehingga dengan lebih memudahkan MBR untuk langsung ngecek rumahnya dalam satu aplikasi, enggak perlu pindah ke aplikasi yang lain," kata Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera.
Proses pengajuan dalam aplikasi tersebut dimulai dengan pendaftaran akun menggunakan NIK dan verifikasi identitas melalui swafoto serta KTP. Pengguna juga diwajibkan melakukan validasi data seluler dan pengisian kode OTP sebelum dapat mengakses fitur pencarian lokasi rumah dan pemilihan bank penyalur.
Setelah memilih hunian, calon debitur dapat memantau status perkembangan pengajuan secara mandiri melalui lima tahap sistem pelacakan, mulai dari pembiayaan hingga proses akad kredit.
"Setelah bertemu dengan tim sales pihak bank, calon debitur dapat memantau proses pengajuan KPR secara mandiri. Jika masih bingung dengan alurnya, bisa buka informasi terkait Tapera Mobile di website tapera.go.id," jelas Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera.