Dishub DKI Tutup Jalan Latumeten Malam Hari Hingga Juni 2026

Dishub DKI Tutup Jalan Latumeten Malam Hari Hingga Juni 2026
Foto: Ilustrasi Dishub DKI Tutup Jalan Latumeten Malam Hari Hingga Juni 2026.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas di sekitar area pembangunan Flyover Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mulai 7 Mei hingga 5 Juni 2026. Langkah ini diambil guna memfasilitasi mobilisasi alat berat selama pengerjaan jembatan layang pada malam hari.

Pengaturan arus kendaraan tersebut dilakukan sebagai respons atas pengerjaan pemasangan gelagar jembatan. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas warga meski terdapat pengerjaan infrastruktur strategis di kawasan padat kendaraan tersebut.

"Sehubungan dengan Pekerjaan Erection Girder Pembangunan Flyover (FO) Latumeten Kota Administrasi Jakarta Barat, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas," jelas Ujang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).

Plh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menyampaikan bahwa titik terdampak meliputi Jalan Prof. Dr. Latumeten dan Jalan Makaliwe Raya. Fokus pengerjaan dilakukan saat malam hingga dini hari guna meminimalisir risiko kemacetan di jam sibuk.

"Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap, untuk menunjang pekerjaan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan," jelas Ujang.

Tahap awal proyek difokuskan pada pengiriman dan penurunan material girder di sisi arah Pluit pada awal Mei. Jadwal tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan di sisi arah Slipi pada pertengahan bulan.

"Waktu pelaksanaan mulai tanggal 7 Mei-11 Mei 2026 pukul 22.00 sampai 04.00 WIB," jelas Ujang.

Setelah distribusi material selesai, petugas akan memulai proses pengangkatan balok girder ke tumpuan jembatan layang. Proses teknis ini memerlukan ruang jalan yang cukup luas bagi operasional alat berat.

"Lalu lintas dari arah Selatan (flyover Grogol), dari arah Timur (Roxy) dan dari arah Barat (Jalan Daan Mogot) menuju Utara untuk kendaraan besar dialihkan melalui Jalan Daan Mogot-Jalan Tubagus Angke," kata dia.

Pemerintah menyediakan jalur alternatif khusus bagi pengendara kendaraan kecil agar tetap bisa melintas. Jalur ini memanfaatkan jalan lingkungan di sekitar permukiman warga Kelurahan Jelambar.

"Sedangkan kendaraan kecil dapat melalui Jalan Hadiah-Jalan Hadiah 1-Jalan Hadiah 2 lalu ke Jalan Prof. Dr. Latumenten Barat 3. Atau dapat melalui Jalan Dr. Susilo I-Jalan Dr. Muwardi I-Jalan Dr. Muwardi II-Jalan Dr. Muwardi-Jalan Semeru-dan seterusnya," jelas Ujang.

Bagi kendaraan dari arah Pluit, Dishub mengarahkan pengguna jalan untuk memutar balik di depan pusat perbelanjaan Seasons City. Petugas di lapangan akan berjaga untuk mengarahkan pengemudi menuju jalur yang telah ditetapkan.

"Lalu masuk ke Jalan Prof. Dr. Latumenten-Jalan P. Tubagus Angke- Jalan Daan Mogot atau belok kanan di simpang Jembatan Dua," ucapnya.

Ujang mengimbau agar masyarakat yang melintas tetap waspada dan mengikuti petunjuk teknis di lapangan. Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama selama masa pengerjaan fisik flyover berlangsung.

"Pengguna jalan agar menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan berlalu lintas," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi