PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan jumlah penumpang KA Rajabasa rute Tanjung Karang-Kertapati sebesar 36,48 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Layanan kereta api terpanjang di Pulau Sumatera ini menjadi urat nadi mobilitas warga Lampung hingga Sumatera Selatan pada Minggu (19/4/2026).
Volume penumpang melonjak dari 162.230 pelanggan pada 2025 menjadi 221.406 orang sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, kenaikan ini didorong oleh kebijakan penambahan kapasitas angkut yang dilakukan manajemen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kereta api memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai kepentingan masyarakat, mulai dari pekerjaan hingga pendidikan di sepanjang lintasan tersebut.
"Setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap orang. Ada yang berangkat untuk bekerja, berdagang, menempuh pendidikan, atau pulang ke rumah. Kereta api hadir di tengah itu semua, menghubungkan langkah-langkah yang terus berjalan setiap hari," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Saat ini, KA Rajabasa beroperasi dengan membawa delapan rangkaian kereta ekonomi (K3) setiap harinya. Langkah ini merupakan peningkatan signifikan mengingat sebelumnya kereta ini hanya mengoperasikan lima rangkaian untuk melayani rute terjauh tersebut.
Peningkatan jumlah gerbong ini dilakukan guna menjamin ketersediaan kursi bagi masyarakat yang memerlukan transportasi dengan tarif terjangkau sebesar Rp 32.000 untuk sekali perjalanan.
"Dalam satu perjalanan, kita bisa melihat banyak tujuan yang berbeda. Kereta api ini hadir untuk kita semua, digunakan bersama setiap hari, dan tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Dari situlah perjalanan ini menjadi bagian dari langkah kehidupan yang kita jalani," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Lintasan KA Rajabasa melewati berbagai titik strategis mulai dari sentra pertanian di Bekri, pusat perdagangan lokal di Kotabumi, hingga kawasan industri di Prabumulih. Perjalanan ini berakhir di Stasiun Kertapati, Palembang, yang menjadi titik temu utama moda transportasi di Sumatera Selatan.
Sepanjang rute, penumpang disuguhi pemandangan rumah panggung tradisional Lampung, lahan pertanian yang luas, hingga rumah limas khas Palembang saat memasuki wilayah Sumatera Selatan.
"Di sepanjang lintasan ini, perjalanan juga menghadirkan wajah khas Sumatera yang terasa hangat dan dekat," tutur Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Kehadiran KA Rajabasa saat ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menghubungkan daerah-daerah yang sedang berkembang dengan biaya yang tetap ekonomis.