Ketahui Penulisan Idulfitri yang Benar Berdasarkan Acuan KBBI

Ketahui Penulisan Idulfitri yang Benar Berdasarkan Acuan KBBI
Foto: Ilustrasi Ketahui Penulisan Idulfitri yang Benar Berdasarkan Acuan KBBI.

Masyarakat mulai melakukan berbagai persiapan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, termasuk membuat ucapan selamat untuk dibagikan. Memahami penulisan kata yang tepat dapat mempermudah penyampaian pesan kegembiraan di hari suci tersebut.

Dikutip dari Caritahu, penulisan yang tepat dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa adalah "Idulfitri". Kata ini wajib ditulis serangkai tanpa menggunakan spasi.

Bentuk penulisan tersebut telah disesuaikan dengan kaidah penyerapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, sehingga menjadi satu kesatuan makna. Istilah ini awalnya berasal dari bahasa Arab "ʿĪd al-Fiṭr" yang memiliki arti hari raya berbuka puasa.

Proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia membuat penulisannya disederhanakan menjadi satu kata, yaitu "Idulfitri". Hal tersebut berjalan selaras dengan prinsip penulisan kata serapan yang diatur dalam KBBI.

Meskipun demikian, penggunaan bentuk "Idul Fitri" yang dipisah masih sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, hingga materi publikasi. Secara makna, kedua bentuk penulisan itu tetap merujuk pada hal yang sama.

Namun, jika mengacu pada standar bahasa Indonesia yang benar, bentuk yang dianjurkan adalah "Idulfitri". Penggunaan bentuk baku ini menjadi penting, terutama untuk penulisan resmi seperti surat, artikel, media massa, hingga ucapan formal.

Penerapan dalam Contoh Ucapan

Penerapan kaidah ini tidak hanya menunjukkan ketepatan berbahasa, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagai contoh, penulisan yang tepat adalah: "Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin."

Untuk konteks nonformal seperti percakapan santai atau media sosial, penggunaan "Idul Fitri" masih dapat dimaklumi. Walau begitu, masyarakat tetap disarankan menggunakan bentuk baku agar penulisan kata menjadi lebih konsisten.

Artikel terkait

Rekomendasi