Kepala Divisi Penyakit Infeksi Leiden University Medical Centre, Dr Karin Ellen Veldkamp, mengonfirmasi bahwa wabah virus hanta yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius memiliki tingkat penularan antarmanusia yang jauh lebih rendah dibandingkan Covid-19 pada Jumat (8/5/2026).
Veldkamp yang menangani pasien dari kapal tersebut memberikan penegasan bahwa transmisi virus ini tidak terjadi secara masif di lingkungan masyarakat. Informasi mengenai karakteristik penyebaran virus ini dilansir dari Detik Travel melalui laporan AFP.
"Tidak, situasinya tidak seperti itu. Virus ini tidak mudah menular dari satu orang ke orang lain," kata Dr. Veldkamp.
Pihak medis menduga telah terjadi penularan di lingkungan terbatas saat para penumpang masih berada di atas kapal pesiar. Meskipun demikian, proses perpindahan virus antarindividu dinilai membutuhkan kondisi yang spesifik dan tidak terjadi secara instan.
"Kami tahu penularan antarmanusia mungkin terjadi dan kami menduga itu terjadi di kapal. Tetapi tidak seperti Covid-19, penularannya jauh lebih sulit," ujar Dr. Veldkamp.
Sejak tanggal 6 Mei, Leiden University Medical Centre telah melakukan perawatan intensif terhadap pasien yang dievakuasi dari kapal tersebut. Rumah sakit di Belanda ini menyatakan kesiapan penuh terkait fasilitas isolasi dan tenaga medis terlatih untuk menghadapi kemungkinan tambahan kasus baru.
"Prinsip kami adalah memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Kami tidak menolak masuk ke ruang isolasi. Kami sudah terlatih untuk melakukannya dengan aman," jelas Dr. Veldkamp.
Prosedur penanganan medis mengharuskan pasien tetap berada di ruang isolasi selama gejala klinis masih muncul. Pasien baru diperbolehkan keluar setelah hasil tes ulang menunjukkan bahwa virus sudah tidak lagi terdeteksi dalam tubuh mereka.
"Kami belum mengetahui secara pasti berapa lama seseorang dapat membawa virus ini. Tetapi kami berasumsi bahwa ketika pasien sudah merasa lebih baik, mereka tidak lagi menularkan virus," sambung Dr. Veldkamp.
Kesiapan mitigasi kesehatan juga melibatkan jaringan rumah sakit lain di seluruh Belanda untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Pembagian beban penanganan telah direncanakan agar unit penyakit infeksi di Leiden tidak mengalami kelebihan beban kerja.
"Ada beberapa rumah sakit di Belanda yang juga bisa menangani kasus seperti ini, sehingga beban penanganan dapat dibagi," tutup Dr. Veldkamp.