Volume penjualan hewan kurban di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mulai menunjukkan tren positif menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Peningkatan aktivitas jual beli ini terpantau di Pasar Hewan Petanahan yang menjadi pusat perdagangan ternak utama pada Kamis (30/4/2026), sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Lonjakan permintaan tidak hanya berasal dari pembeli lokal, namun juga menjangkau konsumen dari luar daerah seperti Jakarta dan Bekasi. Saat ini, area pasar telah dipadati oleh sekitar 200 pedagang lokal yang menawarkan berbagai jenis hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketua Pasar Hewan Petanahan, Slamet, mengonfirmasi bahwa stabilitas harga menjadi faktor pendorong meningkatnya transaksi di pasar tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini belum terjadi kenaikan harga yang signifikan meski permintaan mulai merangkak naik.
"Harga kambing masih di bawah rata-rata gede paling mahal Rp 3,5 juta, kalau tanggung di bawah Rp 1,5 juta," kata Slamet, Ketua Pasar Hewan Petanahan.
Slamet memprediksi jumlah pedagang akan terus bertambah seiring mendekatnya hari raya. Pedagang dari luar wilayah Kabupaten Kebumen diperkirakan akan mulai berdatangan untuk meramaikan persaingan pasar dalam waktu dekat.
Kondisi serupa dirasakan oleh Aryanto, seorang peternak asal Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, yang menjajakan kambing jenis etawa, jawa randu, hingga domba. Ia mematok harga ternaknya mulai dari Rp 2 juta per ekor, disesuaikan dengan ukuran dan jenis hewan.
"Sekarang udah mulai meningkat pesanan untuk kurban ada dari Bekasi, Jakarta, dan daerah lokalan sini," ujar Aryanto, Peternak.
Peningkatan pesanan ini terlihat dari puluhan ekor kambing milik Aryanto yang telah laku terjual kepada pembeli dari berbagai kota. Aktivitas di Pasar Hewan Petanahan kini mencakup penyediaan hewan untuk kebutuhan kurban maupun keperluan budidaya ternak rutin.