Kegigihan Asis Deng Lipung dalam mewujudkan rukun Islam kelima akhirnya membuahkan hasil manis pada tahun 2026 ini. Penjual ikan keliling asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tersebut, dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci setelah bertahun-tahun mengumpulkan rupiah demi rupiah.
Seperti dikutip dari Cahaya, Asis sehari-hari menjajakan ikan menggunakan sepeda dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp100 ribu per hari. Meski penghasilannya tergolong sederhana, ia mampu membagi dana tersebut untuk keperluan rumah tangga, biaya sekolah dua anaknya, sekaligus tabungan haji.
Asis mengungkapkan bahwa dirinya secara rutin menyisihkan uang sebesar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari dari hasil dagangannya. Komitmen ini ia jalankan selama lima tahun berturut-turut hingga dana yang terkumpul mencukupi untuk pendaftaran.
Uang yang dikumpulkan tersebut ternyata tidak hanya digunakan untuk keberangkatan dirinya sendiri. Pada tahun 2010, Asis telah mendaftarkan dirinya bersama istri dan mertuanya untuk mendapatkan kursi keberangkatan haji.
"Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha," kata Asis.
Menghadapi Rintangan Biaya Pelunasan
Meskipun penuh semangat, perjalanan pria asal Gowa ini tidak luput dari kendala finansial yang sempat menghambat proses pendaftaran. Asis mengaku sempat terkejut saat namanya masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini karena belum memiliki dana pelunasan yang cukup.
Selain masalah pelunasan, ia juga sempat menghadapi persoalan tunggakan saat proses administrasi berlangsung. Namun, rintangan tersebut berhasil diselesaikan satu per satu hingga ia dinyatakan siap untuk diberangkatkan.
Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 WITA. Berdasarkan jadwal resmi, ia akan bertolak menuju Arab Saudi pada pukul 20.20 WITA di hari yang sama.
Data Keberangkatan Jemaah Embarkasi Makassar
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, mengonfirmasi bahwa terdapat 387 calon jemaah haji dari Gowa yang kini sudah memasuki asrama. Jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7.
"Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026," jelas Alim.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, memaparkan data terkini mengenai total keberangkatan. Hingga saat ini, Embarkasi Makassar telah memberangkatkan sebanyak 2.354 orang jemaah yang terbagi dalam 6 kloter dari total 43 kloter yang direncanakan.