Sejumlah pengusaha di Dubai dan Abu Dhabi dilaporkan mulai memindahkan kantor bisnis mereka ke Singapura dan Hong Kong menyusul meningkatnya tensi peperangan di wilayah Asia Barat. Fenomena ini muncul sebagai respons atas kebutuhan pelaku usaha mencari wilayah yang lebih aman guna menjalankan operasional bisnis mereka.
Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, menjelaskan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini tengah memicu pergeseran besar dalam peta kekuatan ekonomi regional. Perpindahan ini mencakup kantor pusat hingga aliran investasi ke beberapa titik di Asia.
ÔÇ£Sekarang kalau pada saat luar negeri lagi ke Timur Tengah kan banyak yang pindah jadi Dubai itu banyak orang pindah kantor ke Hong Kong ke Singapura,ÔÇØ kata Budiharjo saat ditemui di sela Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Budiharjo menilai tren relokasi kantor ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat daya tawar di mata investor global. Menurutnya, pemindahan kantor fisik akan selalu diikuti dengan pergerakan modal yang besar ke negara tujuan baru.
ÔÇ£Sekarang kan Timur Tengah lagi kurang baik ya jadi banyak yang memindahkan kantornya gitu investasinya,ÔÇØ ujar Budiharjo.
Ia menambahkan bahwa selain Singapura dan Hong Kong, Kuala Lumpur juga mendapatkan dampak positif dari fenomena hijrahnya para pengusaha tersebut. Budiharjo mendorong agar Jakarta dapat menangkap peluang serupa agar tidak tertinggal dari negara tetangga.
ÔÇ£Bagaimana Jakarta ya bisa menjadi momentum untuk kita ambil ya," tutur Budiharjo.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa krisis geopolitik memang selalu mendorong perusahaan mencari lokasi yang stabil. Tren ini mirip dengan saat terjadi perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang sempat menguntungkan Indonesia melalui relokasi pabrik.
ÔÇ£Itu pasti dengan adanya ketegangan antara Amerika-Cina dan Timur Tengah itu mencari tempat. Nah tempat yang istilahnya apa ready to use gitu jadi hit the ground running,ÔÇØ kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Data dari Reuters memperkuat laporan tersebut dengan mencatat adanya pergerakan aset dari India yang sebelumnya disimpan di bank lokal Dubai sebesar 100.000 dollar AS ke Singapura untuk menghindari risiko perang. Puluhan taipan Asia lainnya juga dilaporkan mengambil langkah serupa setelah terjadinya serangan terhadap infrastruktur penting di negara-negara Teluk.
Ketegangan yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat dan Israel berdampak pada stabilitas di Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, hingga Arab Saudi. Hal ini dipicu oleh serangan yang menyasar pangkalan militer hingga kilang minyak, serta ancaman terhadap negara-negara yang memberikan akses wilayah bagi militer asing untuk melancarkan serangan.