Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang penampungan sepeda motor ilegal di Grogol Utara, Jakarta Selatan, yang telah beroperasi tanpa izin sejak 2022. Sebanyak 1.494 unit sepeda motor disita oleh pihak kepolisian dalam penggerebekan yang dilakukan pada Senin (11/5/2026) tersebut.
Dilansir dari Megapolitan, ribuan kendaraan tersebut diduga merupakan hasil tindak pidana yang rencananya akan diekspor ke sejumlah negara. Polisi mengamankan barang bukti berupa 957 unit motor utuh dan 537 unit lainnya dalam kondisi sudah dibongkar komponennya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa pembongkaran motor dilakukan untuk mengelabui petugas saat proses pengiriman ke luar negeri.
"Kendaraan-kendaraan ini berasal dari berbagai tindak pidana. Sebagian kendaraan juga dibongkar komponen-komponen agar lebih mudah dikemas ataupun disamarkan," ujar Budi, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Motor-motor tersebut rencananya akan dikirim ke negara seperti Tahiti dan Togo oleh tersangka berinisial WS selaku Direktur PT Indobike 26. Praktik ini diperkirakan telah merugikan negara melalui potensi pajak sebesar Rp 177 miliar dengan keuntungan pelaku mencapai Rp 26 miliar.
Ketua RW 03 Grogol Utara, Nasrullah, menegaskan bahwa bangunan tersebut tidak pernah mengantongi izin operasional dari lingkungan setempat selama empat tahun berdiri. Ia juga menunjukkan bukti catatan administrasi wilayah guna memperkuat fakta ketiadaan izin tersebut.
ÔÇ£Memang tidak ada izin yang dikeluarkan (dari RW), karena pengantar enggak pernah dicatat dari sini,ÔÇØ ujar Nasrullah, Ketua RW 03 Grogol Utara.
Pihak pengurus wilayah baru menyadari kegunaan asli bangunan tersebut setelah aparat kepolisian melakukan tindakan hukum di lokasi. Nasrullah mengaku tidak mendapatkan laporan apa pun dari pemilik gudang selama ini.
ÔÇ£Makanya saya kaget. Pemiliknya enggak pernah minta izin ke saya,ÔÇØ kata Nasrullah, Ketua RW 03 Grogol Utara.
Sebelumnya, warga mengira lokasi tersebut hanya berfungsi sebagai tempat transit kendaraan biasa menuju ruang pameran. Hal ini dikarenakan aktivitas di area gudang cenderung tertutup dan tidak menunjukkan kejanggalan bagi masyarakat sekitar.
ÔÇ£Saya kira itu cuma gudang penyimpanan motor untuk didistribusikan ke showroom,ÔÇØ ujar Nasrullah, Ketua RW 03 Grogol Utara.
Keterangan serupa disampaikan oleh Santi, seorang warga di sekitar lokasi yang melihat aktivitas di gudang tersebut tampak normal seperti gudang pada umumnya. Bangunan tersebut memang selalu tertutup rapat sehingga tidak memancing perhatian warga.
ÔÇ£Biasa aja, ya tertutup mah begini namanya gudang,ÔÇØ kata Santi, warga.
Namun, warga lain bernama Nurdin memberikan keterangan berbeda mengenai waktu operasional tempat tersebut. Menurut kesaksiannya, aktivitas bongkar muat justru lebih sering terjadi di luar jam kerja normal.
ÔÇ£Biasanya malam-malam baru ada dua tiga kontainer yang datang,ÔÇØ ujar Nurdin, warga.
Saat ini kepolisian telah menetapkan pimpinan perusahaan berinisial WS sebagai tersangka. Pelaku diduga menyalahgunakan data pribadi masyarakat untuk mengambil kredit motor yang kemudian dijual secara ilegal ke mancanegara.