Sejumlah pengendara sepeda motor dan warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi segera melakukan perbaikan permanen pada jalur yang longsor di Jalan Raya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/5/2026).
Kondisi infrastruktur yang rusak tersebut dinilai mengganggu aktivitas mobilitas masyarakat karena merupakan jalan akses utama. Warga menganggap langkah penanganan sementara dengan urukan batu dan tanah tidak efektif lantaran jalur tersebut cepat ambles kembali, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Seorang pengendara yang kerap melintas di kawasan tersebut, Yudi (39), menjelaskan bahwa longsor yang terus berulang membuat mobilitas warga terhambat karena jalan ini menjadi akses utama. Menurutnya, masyarakat terpaksa memutar lewat rute lain dengan durasi perjalanan yang jauh lebih lama jika jalur tersebut terputus total.
"Kalau harus muter, waktu perjalanannya bisa dua kali lipat lebih lama. Satu-satunya cara ya perbaikan secara permanen," ujar Yudi.
Yudi menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu memberikan atensi serius terhadap kerusakan di sepanjang Kali CBL ini. Ia mengkhawatirkan struktur tanah yang lembek dan labil di lokasi tersebut akan memicu kelongsoran susulan apabila proyek penanganan hanya bersifat temporer.
"Kalau cuma ditambal sementara takutnya nanti longsor lagi," kata Yudi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konstruksi permanen demi keselamatan para pengendara, khususnya pengguna roda dua yang melintas setiap hari. Rasa cemas muncul apabila peristiwa tanah longsor terjadi secara tiba-tiba saat ada kendaraan yang sedang melintasi area tersebut.
"Takutnya pas longsor ada kendaraan lewat. Itu kan bahaya banget buat nyawa orang," ujar Yudi.
Keluhan mengenai infrastruktur ini juga disuarakan oleh warga lain, Ade Suseno (21), yang mendesak peninjauan lokasi dan perbaikan menyeluruh secara permanen di Jalan Raya Kali CBL. Ia menilai pengurukan tanah dan batu selama ini belum maksimal karena jalanan kembali turun dalam waktu singkat.
"Selama ini cuma diuruk-uruk aja. Harusnya dirapikan lagi, diaspal, pinggirannya diperkuat pakai paku bumi. Bukan cuma urukan tanah. Kalau enggak begitu nanti ambruk lagi," ujar Ade.
Ade juga menyoroti potensi kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan tersebut, terutama saat kondisi gelap di malam hari ketika pengendara tidak menyadari adanya titik longsor.
"Kadang malam orang enggak tahu ada longsor, langsung jatuh," kata Ade.
Berdasarkan data kewilayahan, Jalan Raya Kali CBL merupakan rute strategis penghubung kawasan Cikarang, Cibitung, hingga akses menuju Tol Gabus di Tambun Utara. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, terdapat sedikitnya tiga titik longsor di sepanjang sekitar 12 kilometer ruas jalan tersebut yang terjadi secara bertahap sejak Maret 2026.
Pada salah satu titik lokasi, badan jalan tampak ambles parah hingga menyisakan lajur sempit yang hanya bisa dilalui satu sepeda motor secara bergantian, disertai beton jalan yang retak dan turun ke arah kali. Merespons situasi darurat ini, warga berinisiatif memasang ban bekas serta kayu sebagai tanda peringatan agar pengendara tidak terperosok.
Upaya konfirmasi telah dilakukan terhadap Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Namun, hingga laporan ini diterbitkan, kedua pejabat tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan jalan tersebut.