Pemerintah Siapkan Tiga Kawasan Wisata Komodo Alternatif di Luar Labuan Bajo

Pemerintah Siapkan Tiga Kawasan Wisata Komodo Alternatif di Luar Labuan Bajo
Foto: Ilustrasi Pemerintah Siapkan Tiga Kawasan Wisata Komodo Alternatif di Luar Labuan Bajo.

Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah lokasi wisata alternatif untuk melihat komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo guna memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, langkah pengembangan ini mencakup wilayah Taman Wisata Alam (TWA) 17 Pulau di Riung, Pulau Longos, serta kawasan Golo Mori pada Jumat (24/4).

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan bahwa upaya diversifikasi ini dilakukan karena daya tarik wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya tidak hanya terbatas pada komodo di dalam kawasan taman nasional saja. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah TWA Riung 17 Pulau yang terletak di Kabupaten Ngada.

"Pertama adalah ada Taman Wisata Alam Riung 17 pulau di Ontoloi, yang di situ ada populasi 100 ekor komodo," kata Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki saat diskusi dengan Komisi IV DPR RI dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Jumat (24/4).

Pengembangan TWA Riung sebagai destinasi alternatif memerlukan pertimbangan matang mengenai ekosistem pendukung, terutama ketersediaan sumber makanan bagi komodo di habitat tersebut.

"Tetapi memang kita perlu mengkaji terkait dengan pakan alaminya. Nah, ke depan harapan kami itu bisa menjadi pengembangan wisata alternatif," imbuh Rohmat Marzuki.

Selain di Kabupaten Ngada, wilayah Golo Mori di Kecamatan Komodo juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lokasi konservasi ex situ. Kawasan ini memiliki keunggulan aksesibilitas karena hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo.

"Di bawahnya itu ada potensi komodo. Harapannya nanti di Golo Mori juga kita bisa kembangkan konservasi ex situ untuk wisata komodo alternatif," jelas Rohmat Marzuki.

Rencana kajian teknis juga akan menyasar Pulau Longos yang berada di wilayah Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Akses menuju lokasi ini relatif cepat dengan menggunakan kapal cepat dari Labuan Bajo.

"Satu lagi yang kita minta untuk nanti dikaji adalah Pulau Longos ya juga di Manggarai Barat. Di situ ada potensi," tambah Rohmat Marzuki.

Rohmat menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk merealisasikan rencana pembangunan wisata di daratan Pulau Flores tersebut. Hal ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari otoritas daerah hingga pelaku industri pariwisata.

"Kita juga harus berpikir wisata-wisata alternatif di daratan pulau Flores dan tentunya ini perlu juga kolaborasi dengan pemerintah daerah," tutup Rohmat Marzuki.

Artikel terkait

Rekomendasi