Turis Lansia Alami Penganiayaan pada Perayaan Songkran di Thailand

Turis Lansia Alami Penganiayaan pada Perayaan Songkran di Thailand
Foto: Ilustrasi Turis Lansia Alami Penganiayaan pada Perayaan Songkran di Thailand.

Seorang wisatawan pria asal Eropa berusia sekitar 50-an tahun menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda saat berlangsungnya Festival Songkran di Walking Street Pattaya, Thailand, pada 17 April. Insiden kekerasan ini bermula ketika para pelaku menyemprotkan air bertekanan tinggi secara langsung ke wajah korban hingga memicu keributan fisik, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Berdasarkan rekaman saksi mata, pria lansia yang tidak mengenakan baju tersebut dipukuli dan ditendang berulang kali di bagian kepala oleh tiga orang pemuda hingga jatuh ke tanah. Meskipun korban sempat mencoba memberikan perlawanan, ia akhirnya tersungkur setelah menjadi sasaran kekerasan fisik secara berkelompok.

Saksi mata di lokasi kejadian, Winechit Sukhanta, menyatakan bahwa pengeroyokan tersebut terjadi di area yang memang sering dikaitkan dengan laporan kekerasan pada malam hari.

"Ketiga pria itu adalah penyerang; tiga lawan satu. Saya sangat kasihan pada pria tua itu," kata Winechit Sukhanta.

Sukhanta menambahkan bahwa pemicu utama kemarahan adalah tindakan para pemuda yang mengarahkan semprotan air ke wajah turis lansia tersebut dan ia mempertanyakan keberadaan aparat keamanan di lokasi.

"Semuanya bermula karena mereka menyemprotkan air langsung ke wajahnya. Di mana polisi?" ujar Winechit Sukhanta.

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada pengaduan resmi yang masuk mengenai dugaan penyerangan tersebut. Sementara itu, kasus serupa terkait bahaya semprotan air bertekanan tinggi juga dilaporkan oleh seorang wisatawan asal Filipina di Bangkok pada hari kedua festival.

Turis asal Filipina tersebut mengklaim hampir mengalami kebutaan setelah mata kirinya terkena tembakan air dari jarak dekat saat mengikuti perang air.

"Rupanya, dia menggunakan pistol air bertekanan tinggi dan airnya langsung mengenai mata kiri saya," kata turis Filipina tersebut melalui akun TikTok miliknya.

Dampak dari semprotan tersebut membuat penglihatannya hilang seketika selama beberapa saat sebelum akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit.

"Setelah disemprot di mata, saya tidak bisa melihat apa pun selama sekitar 30 detik," ujar turis Filipina tersebut.

Pemeriksaan medis menunjukkan adanya bintik-bintik hitam pada penglihatan korban yang didiagnosis sebagai pendarahan retina di dalam mata. Songkran sendiri secara tradisional merupakan ritual penghormatan dengan menuangkan air secara lembut, namun kini bertransformasi menjadi pesta air besar-besaran yang kerap memicu keluhan terkait keamanan dan perilaku wisatawan mabuk.

Artikel terkait

Rekomendasi