Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima dan parkir liar yang memenuhi trotoar serta bahu jalan di kawasan Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna mengatasi kesemrawutan tata letak lapak pedagang yang mengganggu arus lalu lintas dan hak pejalan kaki.
Aksi pembersihan fasilitas umum ini melibatkan 210 personel dari berbagai Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), termasuk Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bina Marga, hingga petugas pemadam kebakaran. Dilansir dari Megapolitan, operasi ini menyasar para pedagang yang kerap menempatkan barang dagangan di badan jalan.
Camat Tambora Pangestu Aji memberikan penegasan bahwa penggunaan trotoar harus dikembalikan sesuai fungsinya untuk mobilitas pejalan kaki di wilayah tersebut.
"Trotoar kan jelas ya untuk pejalan kaki. Yang di mana jalan ini sudah setengahnya untuk lahan parkir, nah setengahnya untuk mobil. Apalagi kalau pedagang sampai ke trotoar, para pembeli dan masyarakat yang lainnya mau lewat jalan?" ujar Pangestu Aji, Camat Tambora.
Kegiatan yang dinamakan Rabu Tampan ini merupakan upaya menyeluruh untuk memastikan ketertiban di berbagai sektor, mulai dari administrasi kependudukan hingga pencegahan bencana kebakaran.
"Kegiatan ini Rabu Tampan ini merupakan akumulasi semua kegiatan tertib. Baik tertib trotoar dan PPKS, pencegahan bencana khususnya kebakaran, tertib saluran, jalan, tertib sampah dan tempat usaha, hingga tertib administrasi kependudukan dan kesehatan," kata Pangestu Aji, Camat Tambora.
Pihak kecamatan meyakini bahwa penataan kawasan tidak akan menghambat pendapatan para pedagang, melainkan justru meningkatkan daya tarik pembeli karena lingkungan menjadi lebih rapi dan bebas macet.
"Estetika yang baik akan mengundang banyak pembeli yang datang ke sini. Kalau fasilitas umum dipakai, dampaknya ke toko juga. Pembeli mau lewat mana lagi? Katanya ribet, jalannya susah, parkirnya ribet, akhirnya enggak ada yang mau datang ke sini," ucap Pangestu Aji, Camat Tambora.
Penertiban ini dilakukan secara bergiliran di setiap kelurahan di wilayah Tambora dengan menyisir tingkat rukun warga agar edukasi tersampaikan secara langsung.
"Ini sudah hari kegiatan yang keempat, sudah empat kelurahan. Kita muternya enggak satu kelurahan penuh sekaligus, tapi menyisir masing-masing RW agar edukasi dan penindakannya kena langsung ke masyarakat," ujar Pangestu Aji, Camat Tambora.
Nursin, salah satu pedagang di Pasar Pagi, menyatakan kesediaannya untuk mengikuti aturan petugas meskipun terdapat tantangan akses pada beberapa blok pasar tertentu.
"Ya, sebagai pedagang ya kalau ditertibkan ya ikut aja, selama enggak dilarang berjualan gitu, nurut aja bisanya," ujar Nursin, Pedagang Pasar Pagi.
Ia menaruh harapan agar para pedagang tetap diberikan ruang untuk mencari nafkah di masa mendatang.
"Harapannya ya pedagang aman-aman saja gitu, bisa tetap berjualan. Tapi kalau yang blok A itu ya agak repot juga pedagangnya, susah. Tapi kalau di sini sih kita nurut aja, disuruh tutup ya tutup, kita pindah," tutur Nursin, Pedagang Pasar Pagi.