Seorang pria bersenjata melakukan penembakan massal di situs arkeologi piramida Teotihuacan, Meksiko, pada Senin (20/4/2026) pagi yang menewaskan satu turis asing. Dilansir dari Detik Travel melalui laporan ABC News, insiden ini mengakibatkan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.
Pelaku diidentifikasi sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez yang berusia 27 tahun. Penembakan tersebut berakhir setelah Ramirez menembak dirinya sendiri menggunakan pistol revolver setelah sempat dilumpuhkan oleh aparat keamanan yang merespons kejadian di lokasi wisata populer tersebut.
Jaksa Agung negara bagian Meksiko, Jos├® Luis Cervantes Mart├¡nez, mengungkapkan bahwa pelaku membawa amunisi dalam jumlah besar saat melancarkan aksinya. Penyelidikan menunjukkan adanya kaitan antara perilaku pelaku dengan insiden kekerasan bersejarah di Amerika Serikat.
"Bukti yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan profil psikopat dari pelaku, yang ditandai dengan kecenderungan untuk meniru tindakan kekerasan yang terjadi di tempat dan waktu lain," kata Cervantes Martínez pada konferensi pers Selasa.
Pihak berwenang menemukan materi tulisan tangan pelaku yang merujuk pada peristiwa penembakan di SMA Columbine tahun 1999. Martínez menjelaskan bahwa Ramirez tampaknya bertindak sendirian tanpa keterlibatan kelompok kriminal terorganisir.
"Temuan investigasi menunjukkan bahwa serangan itu bukan spontan. Penyerang sebelumnya telah mengunjungi situs arkeologi tersebut beberapa kali, menginap di hotel-hotel terdekat, dan dari sana merencanakan serta melaksanakan aksinya," kata Cervantes Martinez.
Laporan pertama mengenai keberadaan individu bersenjata diterima pejabat setempat pada pukul 11:20 pagi. Pelaku sempat terlibat kontak tembak dengan Polisi Negara Bagian dan Garda Nasional Meksiko sebelum akhirnya tewas di tempat.
"Ia menembak dirinya sendiri saat dilumpuhkan dan meninggal karena luka tembak yang dilakukannya sendiri," kata para pejabat.
Korban tewas dikonfirmasi sebagai seorang wanita berkebangsaan Kanada. Sementara itu, tujuh orang menderita luka tembak dan enam lainnya terluka akibat terjatuh, dengan kewarganegaraan meliputi Brasil, Kanada, Kolombia, Belanda, Rusia, dan Amerika Serikat.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memberikan pernyataan resmi terkait tragedi yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut. Ia menekankan adanya gangguan kondisi kejiwaan pada diri pelaku penyerangan tersebut.
"Kita semua tahu bahwa kita belum pernah melihat hal seperti ini di Meksiko sebelumnya," kata Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Selasa.
Kepala negara memastikan bahwa penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk memahami motif sepenuhnya. Pihak kepolisian masih mengamankan lokasi guna keperluan olah tempat kejadian perkara lebih lanjut.
"Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, individu tersebut menunjukkan tanda-tanda masalah psikologis dan dipengaruhi oleh insiden yang terjadi di luar negeri," ucap Presiden Meksiko.