Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan mengerikan di kompleks Islamic Center of San Diego, California, yang berawal dari laporan mengenai remaja hilang bermotif bunuh diri pada Senin pagi, dilansir dari Media Indonesia.
Pihak berwenang segera mengerahkan unit manajemen ancaman dan teknologi yang tersedia guna melacak keberadaan dua remaja bersenjata setelah menerima laporan dari ibu salah satu tersangka.
Aparat penegak hukum juga sempat memperingatkan polisi sekolah dan mengirim personel ke area Madison High School yang berjarak sekitar satu mil dari lokasi kejadian sebelum kedua tersangka ditemukan tewas akibat luka bunuh diri.
Serangan tersebut tidak hanya menyasar area kompleks masjid terbesar di wilayah itu, tetapi juga menyasar seorang penata taman yang sedang bekerja beberapa blok dari lokasi utama, meski korban berhasil selamat karena tembakan memantul dari helmnya.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, langsung menggelar konferensi pers untuk menjelaskan situasi darurat dan langkah penanganan yang diambil oleh jajarannya terkait insiden maut tersebut.
"Izinkan saya memulai dengan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada komunitas Muslim (dan) kepada keluarga dari tiga orang yang meninggal karena tindakan mengerikan hari ini," kata Wahl.
Wahl menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan sebuah tragedi luar biasa yang sangat memukul perasaan warga di kota tersebut.
"Ini adalah mimpi buruk mutlak bagi sebuah kota dan komunitas sebagai masyarakat yang merdeka," ujar Wahl.
Penyelidikan internal kepolisian menunjukkan adanya indikasi eskalasi bahaya yang sejak awal telah diantisipasi oleh tim khusus setelah menerima rincian informasi dari pihak keluarga tersangka.
"Hal itu mulai memicu gambaran penilaian ancaman yang lebih besar," kata Wahl.
Petugas di lapangan bergerak cepat mengumpulkan petunjuk dari berbagai sumber informasi yang masuk ke pusat komando.
"Unit manajemen ancaman kami mulai mengambil petunjuk dan informasi yang kami miliki serta memanfaatkan teknologi yang tersedia bagi kami," ujar Wahl.
Kepolisian juga mengonfirmasi adanya laporan serangan lain yang terjadi dalam radius beberapa blok dari pusat penembakan di Islamic Center.
"Kami menerima panggilan tentang sebuah kendaraan beberapa blok jauhnya [dari Islamic Center of San Diego] yang menembaki seorang penata taman. Penata taman tersebut akan baik-baik saja, tetapi kami masih menyelidiki tempat kejadian tersebut. Tampaknya dia mungkin tertembak di helmnya yang memantul dan menyelamatkan nyawanya, tetapi hal itu belum sepenuhnya dikonfirmasi saat ini," papar Wahl.
Terkait dokumen tertulis yang ditemukan oleh ibu tersangka sebelum penyerangan terjadi, pihak penyidik masih memeriksa barang bukti tersebut secara mendalam.
"Seperti apa rupa catatan itu, apa isi catatan itu, saya tidak akan mengungkapkannya sekarang," tegas Wahl.
Aksi cepat dari petugas keamanan internal masjid yang ikut gugur dalam peristiwa ini turut mendapat perhatian khusus dan penghormatan tinggi dari kepolisian.
"Sampai kita tahu lebih banyak, saya tidak ingin berspekulasi, tetapi pada titik ini saya pikir adil untuk mengatakan bahwa tindakannya sangat heroik dan tidak diragukan lagi dia telah menyelamatkan nyawa hari ini," pungkas Wahl.
Saat ini, pihak penegak hukum tengah menjalankan surat perintah penggeledahan untuk mendalami bagaimana penembakan tersebut dapat terjadi dan mencari tahu langkah pencegahan yang seharusnya bisa dilakukan.