Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) membukukan pendapatan tertinggi dalam 63 tahun pengelolaannya sebesar Rp 812 miliar sepanjang tahun 2025. Catatan keuangan yang melampaui target tersebut dilansir dari Industri berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit resmi.
Realisasi pendapatan tersebut mengalami kenaikan signifikan sekitar 161 persen dibandingkan target awal yang ditetapkan sebesar Rp 503 miliar. Lonjakan perolehan ini bersumber dari optimalisasi seluruh venue di kawasan Gelora Bung Karno, seperti Istora, Tennis Indoor, Indonesia Arena, Lapangan Bola ABC, JICC, hingga kontribusi mitra BOT KSO.
Direktur Keuangan PPKGBK Hendry Arisandi menjelaskan bahwa hasil audit keuangan ini memperlihatkan pertumbuhan performa yang sangat pesat. Angka capaian tersebut melonjak tajam bila dibandingkan dengan pendapatan pada periode tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 566 miliar.
Fasilitas di kawasan GBK terus dioptimalkan secara konsisten untuk penyelenggaraan aneka kegiatan publik skala nasional hingga internasional, mulai dari bidang olahraga, budaya, MICE, rekreasi, sampai komersial. Peningkatan tata kelola ini juga dinilai memperkuat momentum penataan aset negara, khususnya pada rencana pengembangan di Blok 15.
"Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,ÔÇØ ujar Hendry Arisandi, Direktur Keuangan PPKGBK dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).
Sinergi pengelolaan kawasan menjadi faktor penentu utama dalam keberhasilan peningkatan pemasukan yang melampaui target berkali-kali lipat tersebut. Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo menegaskan bahwa hasil positif ini melibatkan kontribusi besar dari seluruh elemen pendukung pemerintah.
"Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,ÔÇØ kata Rakhmadi A. Kusumo, Direktur Utama PPKGBK.
Pihak manajemen berkomitmen memperkuat kinerja keuangan ini ke depan lewat akselerasi rencana penataan terukur pada kawasan Blok 15. Langkah penataan Blok 15 tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak fungsi terpadu GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan MICE, sekaligus motor penggerak aktivitas ekonomi sehat nasional.