Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyelenggarakan pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) untuk moda transportasi umum di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/4/2026). Layanan yang berlangsung selama kegiatan hari bebas kendaraan bermotor ini ditujukan bagi 15 golongan masyarakat khusus.
Fasilitas ini memungkinkan warga pemegang kartu untuk mengakses Transjakarta, MRT, dan LRT tanpa dipungut biaya. Berdasarkan laporan Megapolitan, pendaftaran dibuka sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB tepat di depan Hotel Mandarin Oriental dengan syarat melampirkan identitas resmi kependudukan Jakarta.
Penggunaan kartu tersebut dirasakan manfaatnya secara langsung oleh kalangan lanjut usia dalam menekan biaya perjalanan harian di ibu kota. Tan, seorang warga asal Kebon Jahe berusia 75 tahun, menceritakan pengalamannya mencoba layanan MRT secara cuma-cuma setelah sebelumnya terbiasa menggunakan Transjakarta.
"Jadi seminggu kemarin aku pas nyoba nih, ke Blok M kan aku pakai Busway (Transjakarta) biasa. Terus jadi kemarin nyoba dari Blok M ke HI sini aku pakai MRT gratis," ungkap Tan, warga lansia.
Pemanfaatan transportasi berbasis rel ini dinilai memberikan penghematan ekonomi yang nyata bagi warga yang rutin bepergian. Tan menghitung bahwa penggunaan fasilitas gratis ini dapat memangkas pengeluaran rutin hingga ratusan ribu rupiah setiap bulannya.
"Saya itu sering ada urusan ke Blok M, seminggu bisa dua kali. Nah, kalau naik MRT itu Rp 8.000, berarti kan PP (pulang-pergi) nya Rp 16.000. Belum lagi kan ditambah kalau butuh naik JakLingko atau Transjakarta, tambah Rp 7.000 PP. Sehari hemat Rp 25.000, lumayan lah sebulan bisa Rp 100.000-an hematnya, bisa buat yang lain," jelas Tan.
Keandalan waktu dan kenyamanan menjadi faktor pendukung utama beralihnya warga senior ke moda transportasi MRT. Efisiensi waktu perjalanan dianggap sangat membantu mobilitas lansia yang memiliki agenda kegiatan tertentu agar tidak terhambat kepadatan jalan raya.
"Kalau Busway kan tetap aja macet. Pernah aku jadi telat, mau ada seminar. Ya kecewa juga sih, tapi ya sudahlah. Kebetulan ada MRT, kan dia enggak akan macet. Cepat, jadi sungguh-sungguh membantu," kata Tan.
Meskipun merasa terbantu dengan akses MRT dan LRT, warga berharap jangkauan subsidi transportasi ini dapat diperluas ke layanan kereta api perkotaan lainnya. Saat ini, potongan harga untuk lansia baru tersedia secara terbatas pada perjalanan kereta api jarak jauh.
"Cuman yang saya harapkan kalau bisa KRL juga dibantu. Kalau kereta luar kota sih memang aku sudah terdaftar lansia, jadi dapat potongan 20 persen. Itu membantu sekali. Harapannya kalau bisa KRL juga," tutup Tan.
Warga yang ingin mendaftar di lokasi diwajibkan membawa KTP asli DKI Jakarta beserta salinannya dan foto diri. Pemohon yang melengkapi seluruh berkas administratif di tempat pendaftaran dapat langsung menerima fisik kartu khusus tersebut pada hari yang sama.