Progres penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur di Jakarta Selatan kini telah melewati separuh jalan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat pengerjaan kawasan tersebut sudah berjalan di atas 50 persen.
"Saat ini, progres penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur telah mencapai lebih dari 60 persen," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, dikutip dari Megapolitan pada Senin (18/5/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga optimistis proyek infrastruktur ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Target rampung ditetapkan sebelum perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026.
Sebelumnya, jalur protokol ini sempat dibuka untuk masyarakat dalam agenda uji coba car free day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Agenda yang berlangsung pada Minggu (10/5/2026) tersebut menarik perhatian banyak pengguna jalan.
Melalui uji coba HBKB, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat langsung perkembangan penataan fasilitas di koridor tersebut.
"Kami sangat senang, masyarakat menyambut baik wajah baru Jalan HR Rasuna Said sisi timur yang rencana akan menjadi kado HUT ke-499 Kota Jakarta," ucap Siti.
Pemberlakuan Efektif CFD Mulai Juni 2026
Pemerintah daerah telah menyiapkan linimasa pengerjaan dan peresmian ruang publik baru ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said akan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.
Keputusan penetapan tanggal tersebut diambil dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di lapangan. Kebijakan CFD baru akan berjalan setelah seluruh fasilitas pendukung selesai disiapkan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta.
Langkah perluasan kawasan bebas kendaraan ke arah Rasuna Said menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyediakan ruang publik yang lebih sehat serta ramah bagi para pejalan kaki.
Selain itu, program ini digulirkan untuk memotivasi warga kota agar mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor saat akhir pekan. Kehadiran ruang terbuka ini juga diproyeksikan sebagai area olahraga dan sarana rekreasi warga.
Melalui kebijakan penataan pedestrian dan penghijauan tersebut, pemerintah berharap kualitas udara di Ibu Kota dapat membaik. Proyek ini sekaligus diarahkan untuk menciptakan lanskap kawasan pusat bisnis Jakarta yang lebih hijau, nyaman, dan segar.