Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan dukungan terhadap rencana penambahan 5.000 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Jumat (24/4/2026) guna meningkatkan pelayanan ketertiban umum di wilayah Ibu Kota. Langkah ini dilansir dari Kompas sebagai upaya merespons beban kerja yang dinilai sudah melebihi kapasitas ideal.
Penguatan jumlah anggota tersebut dianggap penting mengingat luas wilayah dan pertumbuhan penduduk Jakarta yang pesat. Selain itu, perluasan program pemerintah daerah ke wilayah penyangga hingga pembentukan unit khusus pariwisata menjadi faktor utama di balik kebutuhan penguatan pengamanan lapangan.
ÔÇ£Maaf, saya tidak bilang kerjanya berlebihan, tapi memang agak ekstra. Tentu kesehatan menjadi prioritas,ÔÇØ kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Politisi tersebut menyoroti adanya 35 anggota yang meninggal dunia dalam setahun terakhir akibat masalah kesehatan yang terakumulasi. Ia menegaskan bahwa selain penambahan jumlah personel, perbaikan fasilitas seperti Markas Komando (Mako) yang sempat terkena efisiensi anggaran juga perlu dievaluasi kembali.
ÔÇ£Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan (markas Satpol PP), cuma terkena efisiensi. Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi masalah ini, apalagi Jakarta mau jadi Kota Global," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah anggota saat ini menciptakan tantangan besar dalam operasional harian. Pembagian kerja dalam tiga sif membuat jumlah personel yang berjaga di setiap waktu menjadi sangat minim.
ÔÇ£Dengan sistem pembagian tiga sif, jumlah personel di tiap sif menjadi sangat terbatas sehingga berdampak pada tingginya beban kerja yang harus ditanggung masing-masing anggota,ÔÇØ tutur Satriadi Gunawan, Kepala Satpol PP DKI Jakarta.
Satriadi menjelaskan bahwa rata-rata setiap kelurahan saat ini hanya diperkuat oleh 7 hingga 10 personel. Padahal, standar ideal untuk menjamin operasional 24 jam yang optimal membutuhkan sekitar 18 hingga 20 orang di setiap tingkatan kelurahan.
ÔÇ£Namun, kondisi saat ini masih jauh dari standar ideal tersebut,ÔÇØ ungkap Satriadi Gunawan, Kepala Satpol PP DKI Jakarta.
Saat ini total personel Satpol PP DKI Jakarta hanya berjumlah sekitar 5.000 orang, sementara proyeksi kebutuhan untuk pelayanan maksimal mencapai lebih dari 10.000 personel. Banyaknya anggota yang sudah berusia di atas 45 tahun juga menjadi pertimbangan untuk segera melakukan rekrutmen tenaga muda.
ÔÇ£Memang tidak semua langsung dikaitkan dengan beban kerja, tapi kondisi kekurangan personel berpotensi memperberat tugas anggota di lapangan,ÔÇØ ucap Satriadi Gunawan, Kepala Satpol PP DKI Jakarta.