Aksi teror yang dilakukan oleh penagih utang pinjaman online (pinjol) kini mulai menyasar petugas pelayanan publik di Sleman, Yogyakarta. Para pelaku sengaja memberikan laporan palsu agar petugas pemadam kebakaran dan ambulans mendatangi lokasi tertentu.
Modus yang digunakan adalah dengan menghubungi petugas melalui telepon dan memberikan kabar bohong mengenai insiden kebakaran. Dilansir dari Kompas, tindakan ini dilakukan untuk memberikan tekanan sosial kepada orang yang sedang ditagih utangnya.
Saat petugas tiba di lokasi yang disebutkan, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda kebakaran. Penagih utang tersebut sengaja mengarahkan petugas ke rumah nasabah dengan tujuan mempermalukan mereka agar segera melunasi pinjaman.
Pihak Damkar Kabupaten Sleman mencatat setidaknya sudah ada empat laporan peristiwa kebakaran palsu yang dilakukan oleh oknum debt collector tersebut. Fenomena gangguan terhadap layanan darurat ini ternyata tidak hanya terjadi di satu wilayah saja.
Selain di Sleman, aksi penagih utang dengan pola yang sama juga dilaporkan terjadi di Semarang. Petugas pemadam kebakaran setempat turut menjadi sasaran laporan bohong dari oknum yang jengkel terhadap nasabahnya.
Pihak damkar Semarang telah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait laporan tersebut. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan menemukan terduga pelaku yang merupakan oknum penagih utang pinjol.
Oknum yang bersangkutan diketahui sempat menghubungi kembali pihak pemadam kebakaran untuk menyampaikan permohonan maaf atas tindakan tersebut. Namun, pihak damkar tidak tinggal diam dan meminta oknum tersebut hadir secara langsung.
Petugas mengharuskan oknum penagih utang itu untuk datang langsung ke markas pemadam kebakaran guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tindakan laporan palsu ini dinilai sangat merugikan karena mengganggu kesiapsiagaan petugas dalam menangani keadaan darurat yang sebenarnya.