Sektor Perkantoran CBD Jakarta Pimpin Pemulihan Pasar Properti 2026

Sektor Perkantoran CBD Jakarta Pimpin Pemulihan Pasar Properti 2026
Foto: Ilustrasi Sektor Perkantoran CBD Jakarta Pimpin Pemulihan Pasar Properti 2026.

Sektor perkantoran di kawasan pusat bisnis atau CBD Jakarta mencatatkan pemulihan signifikan dengan tingkat okupansi mencapai 72 hingga 73,7 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan pasar JLL yang dilansir dari Kompas pada Selasa (12/5/2026), permintaan ruang kantor meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data JLL mengungkapkan bahwa serapan ruang di kawasan CBD menyentuh angka 24.325 meter persegi. Pertumbuhan ini dipicu oleh ekspansi perusahaan dari sektor teknologi informasi, perbankan, serta industri minyak dan gas yang menerapkan strategi perpindahan ke gedung berkualitas tinggi.

"Tingkat serapan di kawasan CBD mencapai 24.325 meter persegi, yang didorong oleh sektor-sektor tradisional seperti teknologi informasi (IT), perbankan, serta minyak dan gas," papar James Taylor, Head of Research JLL.

Kenaikan harga sewa juga terjadi pada perkantoran Grade A sebesar 0,95 persen secara kuartalan akibat ketiadaan pasokan baru di pusat bisnis. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kawasan di luar CBD yang justru mencatat absorpsi negatif sebesar 26.156 meter persegi karena relokasi penyewa.

Pusat perbelanjaan di Jakarta turut menunjukkan performa positif dengan tingkat okupansi antara 86 persen hingga 90,6 persen. Sektor makanan dan minuman serta barang mewah menjadi penggerak utama, didukung pembukaan fasilitas baru seperti Pondok Indah Mall 5 seluas 26.400 meter persegi.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada pasar kondominium yang masih berada dalam fase konservatif tanpa pasokan baru selama lima kuartal terakhir. Tingkat penjualan apartemen tertahan di angka 83,2 persen dengan total stok mencapai 259.900 unit di seluruh Jakarta.

"Ada pergeseran preferensi di kalangan milenial dan Gen Z yang kini lebih memilih rumah tapak di daerah penyangga karena merasa ukuran unit kondominium tidak sebanding dengan harganya yang terus meningkat," ucap Milda Abidin, Senior Director Strategic Consulting JLL.

Di sisi lain, sektor logistik dan pergudangan modern di wilayah Bodetabek muncul sebagai pemenang dengan okupansi tangguh di angka 89 persen. Kebutuhan akan rantai pasok yang efisien dari perusahaan otomotif dan logistik pihak ketiga menjaga stabilitas sektor ini di awal tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi