KAI Tangani Pemulihan Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur

KAI Tangani Pemulihan Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KAI Tangani Pemulihan Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi 24 penumpang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat insiden di Stasiun Bekasi Timur hingga Sabtu (2/4/2026). Sebanyak 76 orang dari total 106 korban tercatat sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Dilansir dari Money, manajemen KAI saat ini memprioritaskan pemberian pendampingan optimal kepada seluruh penumpang terdampak selama masa pemulihan berlangsung. Perusahaan juga menyediakan layanan kesehatan lanjutan dan koordinasi administrasi melalui posko khusus.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa pihak perusahaan memahami durasi waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk pulih sepenuhnya dari dampak insiden tersebut.

ÔÇ£Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga,ÔÇØ ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Penyediaan layanan psikologis juga menjadi agenda utama perusahaan guna memastikan stabilitas mental para korban selama masa perawatan di rumah sakit.

ÔÇ£Kami memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,ÔÇØ lanjut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Selain penanganan medis, KAI mengoperasikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur yang akan bersiaga hingga 11 Mei 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi keluarga penumpang terkait berbagai kebutuhan darurat.

Terkait barang bawaan pelanggan, data hingga 2 Mei 2026 menunjukkan 115 barang ditemukan, di mana 57 item telah kembali ke pemilik dan 58 lainnya masih diverifikasi.

ÔÇ£Kami mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur,ÔÇØ ungkap Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini terjadi pada Selasa (28/4/2026). Meskipun sempat terganggu, operasional di Stasiun Bekasi Timur kini telah normal dengan volume pengguna harian mencapai puluhan ribu orang.

Sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang, KAI memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak dari penumpang yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi dan menekankan fokus perusahaan pada aspek keselamatan.

ÔÇ£Kami tanpa henti menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Dukungan moral dari masyarakat melalui pemberian bunga di lokasi kejadian turut menjadi perhatian manajemen dalam menghadapi masa sulit ini.

ÔÇ£Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,ÔÇØ tegas Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi