Satgas Percepatan Rehabilitasi Pulihkan Ribuan Fasilitas Kesehatan Sumatera

Satgas Percepatan Rehabilitasi Pulihkan Ribuan Fasilitas Kesehatan Sumatera
Foto: Ilustrasi Satgas Percepatan Rehabilitasi Pulihkan Ribuan Fasilitas Kesehatan Sumatera.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat 2.510 unit puskesmas pembantu di wilayah Sumatera kembali beroperasi normal hingga Jumat, 17 April 2026. Pemulihan ini mencakup wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Nasional, jumlah puskesmas pembantu (pustu) yang masih dalam tahap perbaikan kini hanya tersisa 12 unit. Angka ini menyusut drastis dibandingkan kondisi awal fase penanganan pada Desember 2025 yang mencatatkan 148 pustu berhenti beroperasi.

Secara keseluruhan, terdapat 2.952 pustu di tiga provinsi tersebut dengan 2.522 unit di antaranya sempat terdampak kerusakan. Di wilayah Sumatera Barat, seluruh pustu dilaporkan telah pulih total dan kembali memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat komunitas.

Sisa 12 unit pustu yang belum rampung seluruhnya berada di Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, perbaikan difokuskan pada wilayah Aceh Timur yang meliputi Pustu Blang Seunong, Seuneubok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, DK 1 Peunaron Baru, dan Tanjong Tok Blang.

Sementara di Sumatera Utara, proses rehabilitasi masih berlangsung di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Lokasi tersebut mencakup Pustu Hutabarangan, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio-bio, Sigiring-giring, dan Huraba yang mayoritas dalam tahap pembangunan ulang.

Selain fasilitas layanan dasar, pemulihan juga telah mencapai 100 persen untuk tingkat rumah sakit dan puskesmas. Sebanyak 87 rumah sakit pemerintah dan 867 puskesmas yang sempat terdampak kini telah berfungsi penuh melayani pasien di seluruh kecamatan.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan menjadi faktor utama percepatan pemulihan fisik fasilitas kesehatan tersebut.

"Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menteri Kesehatan (Menkes) karena beliau turun langsung dan betul-betul bekerja mengendalikan dengan semua relawan dan kekuatannya, sehingga kurang dari satu bulan semua rumah sakit umum daerah (RSUD) sudah operasional 100 persen," ujar Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR.

Tito menambahkan bahwa keberfungsian layanan kesehatan hingga lapisan terbawah sangat krusial untuk menjaga ketahanan sosial warga penyintas pascabencana.

"Kemudian, puskesmas yang tadinya 867, tidak sedikit, sudah 100 persen operasional. Tinggal pustu yang masih kami selesaikan. Ini penting karena untuk berobat dan lain-lain," tutur Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR.

Artikel terkait

Rekomendasi