TNI Proses Pemulangan Jenazah Praka Rico Pramudia dari Lebanon

TNI Proses Pemulangan Jenazah Praka Rico Pramudia dari Lebanon
Foto: Ilustrasi TNI Proses Pemulangan Jenazah Praka Rico Pramudia dari Lebanon.

TNI tengah memproses administrasi pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia, personel Satgas UNIFIL yang gugur di Lebanon setelah menjalani perawatan intensif pada Jumat (24/4/2026). Almarhum merupakan anggota Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas dalam misi perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa penanganan administratif untuk membawa pulang prajurit tersebut sedang berlangsung. Informasi mengenai wafatnya Praka Rico juga telah disampaikan kepada pihak keluarga di Indonesia.

"Saat ini, proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan," ujar Brigjen TNI Donny Pramono, Kadispenad.

Penetapan lokasi dan waktu pemakaman masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan kerabat almarhum. Dilansir dari Nasional, Praka Rico mengembuskan napas terakhir pada pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB di Rumah Sakit St. George, Beirut.

"Pihak TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga," kata Donny.

Almarhum sehari-hari berdinas sebagai Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah sebelum dikirim ke Lebanon. Dalam penugasan internasional, ia menjabat sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Gugurnya Praka Rico menambah jumlah korban jiwa dari prajurit TNI menjadi empat orang menyusul serangan pada 29 Maret 2026. Sebelumnya, tiga prajurit lainnya yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon telah tiba di Tanah Air pada awal April.

"TNI memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas mulia sebagai pasukan pemelihara perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Donny.

Artikel terkait

Rekomendasi