Sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas muda-mudi Puri Cendana melakukan aksi swadaya dengan menggalang dana hingga ratusan juta rupiah untuk memperbaiki kerusakan jalan di Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi, pada Selasa (5/5/2026).
Gerakan ini muncul sebagai respons atas kondisi infrastruktur yang memburuk di lingkungan Perumahan Puri Cendana. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, inisiatif tersebut digerakkan oleh warga berusia 20 hingga 35 tahun yang merasa resah karena tidak adanya solusi atas kendala aksesibilitas warga.
"Tergeraknya karena resah ya, tapi enggak pernah ada solusi. Dan kami ingin jadi anak muda yang bermanfaat dan menebarkan energi positif buat warga sendiri," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Komunitas ini memiliki sekitar 200 anggota dari tujuh RW, dengan 30 orang sebagai penggerak inti. Selain menggalang dana, mereka berfungsi sebagai mediator yang menghubungkan aspirasi warga kepada pengurus RT dan RW setempat.
"Nantinya 200 orang ini akan menyampaikan ide, gagasan untuk lingkungan yang nantinya bakal berdiskusi bareng sama kepala lingkungan, RW dan RT," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Proses pengumpulan dana dilakukan dengan metode persuasif tanpa menetapkan besaran nominal wajib bagi setiap rumah tangga. Pendekatan ini sengaja diambil untuk menumbuhkan rasa kepedulian sukarela di antara masyarakat perumahan.
"Kami tidak membebankan kepada warga. Tapi mengajak warga yang memang peduli. Dan tidak ada nominal wajib yang dibayarkan," kata Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Upaya kolektif ini membuahkan hasil nyata melalui dua tahap pengerjaan fisik. Pada November 2025, tahap pertama menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 100 meter dengan anggaran Rp 180 juta, sementara tahap kedua pada Mei 2026 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 330.953.000 untuk perbaikan jalan sepanjang 150 meter.
"Dari keberhasilannya pengecoran tahap dua ini dengan mengumpulkan nominal yang cukup besar dan semua warganya terlibat, itu sudah cukup jelas menggambarkan mayoritas warga men-support," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Setelah aksi ini viral di media sosial, Pemerintah Kabupaten Bekasi merespons dengan memasukkan perbaikan jalan tersebut ke dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pemerintah mengalokasikan Rp 3.259.800.000 untuk pengerjaan jalan utama seluas 4.500 meter persegi.
"Alhamdulillah sudah masuk pagu ya, sudah ada di website-nya juga. Dan kemarin pun sudah sempat direspons sama Bupati untuk cepat terealisasi," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Muda-mudi Puri Cendana menegaskan bahwa fokus mereka bukan sekadar pada aspek fisik jalan, melainkan pada pemulihan budaya gotong royong di kawasan perkotaan. Mereka memandang peran generasi muda sebagai penerus tanggung jawab sosial di lingkungan mereka.
"Kami anak muda itu punya tanggung jawab. Karena ke depannya kami yang akan melanjutkan perjuangan para orang tua dan RT-RW di sini," tutur Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Rencana ke depan mencakup penyelesaian masalah lingkungan lainnya secara bertahap berdasarkan skala prioritas warga. Hal ini meliputi penataan drainase, pengelolaan sampah, hingga pengaturan pedagang kaki lima di wilayah tersebut.
"Masalah di lingkungan kami bukan cuma jalan. Jadi satu per satu kami selesaikan sesuai prioritas," katanya Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.