Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menggenjot angka penggunaan transportasi publik yang saat ini masih tertahan di angka 22 hingga 23 persen. Langkah strategis dilakukan dengan melibatkan ribuan pelajar dalam Jakarta Road Safety Festival 2026 pada Selasa (12/5/2026) di Jakarta Utara.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menilai kelompok pelajar memiliki posisi krusial untuk meningkatkan rasio penggunaan angkutan massal di Ibu Kota. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif sejak dini agar masyarakat mulai meninggalkan kendaraan pribadi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik," kata Ujang, Selasa (12/5/2026), dikutip dari Antara.
Sebanyak 2.000 siswa dari jenjang SMP hingga SMK di seluruh wilayah Jakarta turut serta dalam agenda yang berlangsung di Ecovention Hall, Ecopark Ancol tersebut. Melalui pameran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), para siswa diperkenalkan dengan operasional moda modern seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengejar target penggunaan transportasi massal hingga melampaui 40 persen. Kebijakan wajib angkutan umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu menjadi salah satu instrumen penguat regulasi tersebut.
"Setiap hari Rabu, seluruh ASN di DKI Jakarta diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap para pelajar yang telah mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan transportasi publik," kata Suharini.
Penegasan tersebut berkaitan dengan peran generasi muda dalam menata pola mobilitas perkotaan yang lebih teratur. Suharini meyakini bahwa pelajar mampu menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan tertib bagi warga Jakarta.