Pemprov DKI Jakarta Lepas 561 Lulusan SMK Bekerja ke Luar Negeri

Pemprov DKI Jakarta Lepas 561 Lulusan SMK Bekerja ke Luar Negeri
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Jakarta Lepas 561 Lulusan SMK Bekerja ke Luar Negeri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas 561 lulusan SMK untuk mulai bekerja di mancanegara seperti Jerman, Jepang, dan Malaysia. Pelepasan tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Wakil Gubernur Rano Karno di Balai Kota Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk bersaing di pasar kerja global melalui berbagai skema penempatan. Dilansir dari Megapolitan, salah satu alumni SMK Negeri 2 Jakarta, Navela Dwita Purnama, menjadi bagian dari rombongan yang akan menuju Jerman melalui program vokasi khusus.

Navela menjelaskan bahwa ia akan mengikuti program Ausbildung yang merupakan sistem pendidikan ganda di Jerman. Program ini mengombinasikan pembelajaran teori di sekolah dengan praktik kerja langsung pada sektor industri tertentu secara bersamaan.

"Saya yang mau ke Jerman. Sebenarnya itu kayak program Ausbildung namanya," kata Navela, Senin.

Rencana keberangkatan ini akan membawa Navela mendalami bidang Restaurantfachfrau. Fokus utama dari program tersebut adalah pelayanan pada industri restoran dan manajemen perhotelan bertaraf internasional.

"Dia itu program ke Jerman, kebetulan saya dapat di jurusan restaurantfachfrau. Dia kerja sekaligus sekolah. Jadi dia kalau di sini bisa disebut semacam magang ya," kata dia.

Sistem ini dinilai sangat realistis bagi peserta didik karena mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga langsung terjun ke lapangan. Selain pengalaman kerja, para peserta mendapatkan tunjangan finansial selama masa studi berlangsung.

"Di sana kita juga dapat uang saku dari sananya karena kita juga kerja dan nanti kita itu dapat sekolah yang mana sama seperti jurusannya, sama kayak kerja," tutur Navela.

Proses untuk bisa lolos ke program ini menuntut seleksi yang ketat dan kerja sama antarinstansi pendidikan. Navela sendiri menempuh jalur mandiri melalui agen yang telah memiliki kemitraan resmi dengan sekolah asalnya di Jakarta Pusat.

"Biasanya sih mungkin tergantung sekolah ya. Biasanya ada tesnya tersendiri gitu mungkin, atau mungkin juga karena saya pakai agen mandiri dan itu juga yang udah bekerja sama sama sekolah saya, SMK Negeri 2 Jakarta jadi mudah untuk masuknya dan untuk ke pemilihan negaranya sendiri" kata Navela.

Navela dijadwalkan akan menetap di Jerman selama tiga tahun ke depan untuk menyelesaikan program tersebut. Meskipun akan menghadapi perbedaan budaya dan bahasa, ia mengaku telah mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga.

"Kalau dari Ausbildung ini dia itu mempermudah kita mau kerja di indonesia lagi kalau pulang ke indonesia atau kita mau lanjut ke negara manapun dan gampangnya di uni eropa," tutur Navela.

Artikel terkait

Rekomendasi