Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun fasilitas arena tinju di kolong Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, guna menekan tingginya angka kasus tawuran antar-kelompok pemuda di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil menyusul maraknya aksi perkelahian jalanan, di mana dilansir dari Megapolitan, tercatat ada 132 kasus tawuran sepanjang tahun 2025 dan 55 kasus hingga Mei 2026.
Salah seorang pemuda bernama Bintang (22) mengaku mengalami perubahan besar dalam hidupnya dan berhasil keluar dari lingkungan tawuran sejak rutin berlatih di ring tinju tersebut.
"Saya enggak mau tawuran lagi," kata Bintang kepada Kompas.com, Senin (18/5/2026).
Pria asal Depok yang bekerja di kawasan Fatmawati ini mengenang masa lalunya saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama yang kerap dihabiskan untuk kegiatan tidak produktif.
"Saya dari SMP sudah dekat sama tawuran. Ya kegiatannya, maaf-maaf ya Kak, lebih banyak negatifnya deh. Mungkin saya enggak bisa sebutin ya. Pokoknya kegiatan negatif banyak dilakukan lah," ujarnya.
Motivasi Bintang untuk berubah muncul dari kesadaran pribadi, pengaruh positif rekan-rekannya yang memenangi kejuaraan, serta keinginan kuat untuk tidak membebani orang tuanya.
"Lebih ke kesadaran pribadi aja. Mau sampai kapan sih kayak gini? Terus banyak teman juga, contohnya ada Bang Fale yang kemarin habis menang di Bogor. Itu salah satu motivasi saya buat ikut boxing. Ada juga Bang Yunus dan yang lain," kata dia.
Setelah rutin mengikuti latihan dan sparring di atas ring selama tiga bulan terakhir, ia merasakan kondisi fisik yang lebih sehat dan kontrol emosi yang lebih baik.
"Saya tidak mau bikin mama saya nangis terus mikirin anaknya," ucap Bintang.
Energi kemarahan yang dahulu disalurkan lewat perkelahian di jalanan kini dialihkan sepenuhnya ke samsak tinju, sehingga ia memilih menghindar jika menghadapi gesekan di jalan.
"Sekarang kalau di jalan disenggol orang, saya lebih pilih minta maaf terus pergi," kata dia.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan bahwa pembangunan fasilitas olahraga ini merupakan hasil kesepakatan dari dialog antara pemerintah dan empat kelompok pemuda yang sering terlibat tawuran.
"Waktu itu kita undang empat kelompok pemuda yang biasa tawuran. Akhirnya mereka berdialog dengan kita dan tercapai kesepakatan," ujar Munjirin.
Penyediaan infrastruktur ini sekaligus menjawab usulan para pemuda yang selama ini terkendala jarak karena harus pergi ke wilayah Jakarta Pusat untuk berlatih tinju.
"Dari pembicaraan itu akhirnya dibuatlah ring tinju untuk latihan," kata dia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan langsung arena tinju dan skatepark hasil kolaborasi swadaya serta bantuan korporasi tersebut pada Senin (18/5/2026).
"Semakin banyak tempat seperti ini, ruang kreativitas anak muda di Jakarta semakin banyak, sehingga energinya lebih tersalurkan dibanding mereka begadang atau tawuran di jalan," kata Pramono.