Taman Banjarsari atau Monumen 45 Banjarsari (Monjari) di Kecamatan Banjarsari, Kota Solo tengah menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terjadi setelah beredarnya rekaman video yang menunjukkan aksi tidak senonoh oleh sepasang kekasih di area publik tersebut.
Video berdurasi 14 detik yang memperlihatkan tindakan asusila sepasang muda-mudi itu tersebar di media sosial Instagram melalui unggahan akun @peristiwasolo. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Detik Travel, rekaman yang beredar tersebut telah disensor pada bagian perbuatan tidak pantas keduanya.
Aksi menyimpang di fasilitas umum yang dibangun untuk mengenang Serangan Umum atau Serangan Empat Hari di Solo ini memicu keresahan karena fungsi asli tempat tersebut adalah sebagai ruang rekreasi keluarga.
"Meresahkan! Fasilitas Publik Disalahgunakan Kemarin Taman Manahan, sekarang Taman Banjarsari kembali menjadi sorotan. Malam ini Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, terpantau sepasang muda-mudi melakukan tindakan tidak pantas di area taman,"
Keterangan dalam unggahan tersebut kemudian berlanjut mengenai desakan penertiban oleh pihak berwenang di area publik.
" perilaku tersebut dinilai meresahkan masyarakat, mengingat taman merupakan fasilitas umum yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif dan ramah keluarga. Diharapkan kepada pihak terkait, khususnya Satpol PP, untuk segera melakukan penertiban agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tetap jaga etika dan norma saat berada di ruang publik."
Wali Kota Solo Respati Ardi langsung memberikan respons mengenai laporan tindakan tidak terpuji di fasilitas umum ini. Pemerintah Kota Solo berencana memperketat pengawasan dan menambah fasilitas penerangan guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
"Hal-hal asusila terjadi belakangan ini tentu kurang baik. Kita ingin mengajak masyarakat untuk saling mengawasi. Kita akan menambahkan pengamanan CCTV dan lampu penerangan yang akan kita selesaikan di tahun ini, supaya benar-benar tidak terjadi hal serupa," kata Respati.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono secara terpisah menyatakan bahwa personelnya kecolongan terkait insiden tersebut. Menurutnya, petugas selama ini sudah menjalankan patroli keliling di kawasan taman.
"Mungkin luput dari patroli kita. Sebenarnya kalau amannya memang dijaga, tapi tidak semua tempat kuat kita jaga, karena juga melihat prioritas," kata Didik.
Menyikapi kejadian ini, Satpol PP Kota Solo akan meningkatkan intensitas patroli berkala. Didik juga menyatakan bakal berkolaborasi dengan jajaran Linmas di tingkat kelurahan untuk memperluas jangkauan pengawasan.
Langkah preventif lain yang dinilai mendesak adalah percepatan pengadaan kamera pengawas serta penambahan lampu di titik-titik yang minim cahaya.
"Untuk saat ini, yang pertama itu realita yang sudah terjadi. Yang kedua, kami akan melakukan patroli rutin di taman-taman kota, terutama yang lokasi delik (tersembunyi)," kata Didik.