Pemkot Bogor Targetkan Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Rampung Oktober

Pemkot Bogor Targetkan Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Rampung Oktober
Foto: Ilustrasi Pemkot Bogor Targetkan Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Rampung Oktober.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, rampung pada akhir Oktober 2026 mendatang. Proyek ini dilakukan guna memulihkan akses lalu lintas yang terputus akibat penutupan jalan lama yang rawan longsor sejak Januari 2026 lalu.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan bahwa pengerjaan fisik jalan tersebut telah dimulai berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, proyek ini dijadwalkan memakan waktu pengerjaan selama 163 hari kalender.

"Ya (target selesai) pada akhir Oktober 2026. Ini (pengerjaan) 163 hari kalender," tutur Dedie di Kota Bogor, Rabu (13/5/2026).

Alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur ini mencapai Rp 21,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Anggaran tersebut mencakup konstruksi jalan, penguatan tebing, jalur pedestrian, hingga pembuatan taman.

"Kemudian total anggaran ya itu adalah Rp 21,2 miliar, sumber dananya dari APBD Provinsi Jawa Barat. Kemudian item pekerjaan itu terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebingan dan juga jalur pedestrian," jelas Dedie.

Kebutuhan akan jalur baru ini menjadi desakan utama bagi warga sekitar yang terdampak penutupan akses jalan lama. Yeti, seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kepastian pembangunan agar tidak hanya menjadi janji semata.

"Kalau sekarang, misal kalau bener, alhamdulillah bisa dipakai katanya gitu kan. Tapi kalau enggak bener mah, semoga tidak PHP aja gitu," kata Yeti di Batutulis, Kamis (14/2/2026).

Yeti menyebutkan bahwa sempat ada aktivitas alat berat untuk pematangan lahan pada Senin (23/2/2026), namun setelahnya tidak terlihat ada kelanjutan. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu karena harus menempuh rute yang jauh untuk bekerja.

"Masalahnya gini, maksudnya waktu itu juga mau dibangun-dibangun, enggak jadi gitu kan. Alatnya sudah ada katanya. Takutnya PHP aja gitu. Enggak tahu bener enggak gitu ya," ucap Yeti.

Penutupan jalan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat warga merasa terisolasi. Yeti menambahkan bahwa percepatan penyelesaian trase baru sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Pengen warga sini mah ya pengen cepet-cepet. Kita kan jauh mau kerja juga kan anak ya," ujar Yeti.

Senada dengan Yeti, Novi (48) juga mengharapkan adanya konsistensi dalam pengerjaan proyek tersebut. Ia mengaku sempat mengira pembangunan akan langsung masif setelah tahap awal pada Februari lalu.

"Iya, dikirain bakal langsung dikerjain tapi kenyataannya enggak, kayak gini sepi lagi gitu kan. Lihat dari atas juga ah biasa aja cuma belum ada pengerjaan," kata Novi.

Keluhan lainnya muncul terkait suasana lingkungan yang berubah drastis sejak lalu lintas dialihkan. Novi menggambarkan kondisi malam hari di kawasan Batutulis yang kini sepi menyerupai kota mati.

"Kalau malem kayak dibilang kota mati gitu ya jadi biasanya ramai lalu lalang motor, sekarang enggak. Pada kesel atuh ya. Kita akses ke mana-mana susah, sepi ya," ujar Novi.

Dari sisi teknis, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho menjelaskan spesifikasi jalan tersebut. Trase baru ini dirancang sepanjang 300 meter dengan lebar delapan meter untuk dua arah.

"Iya, itu nanti dikupas. Dikupas nanti diturunin. Kan harus tembus ke ganjal di bawah, Ada treatment maka kita nanti pakai sheet pile. Bikin landai. Pakai sheet pile," ujar Andi.

Terkait keberadaan aset bersejarah di lokasi proyek, pihak pengelola memastikan pengerjaan teknis tidak akan merusak struktur yang sudah ada sebelumnya. Hal ini termasuk keberadaan bungker yang terletak di ujung jalur pembangunan.

"Nah kita di luar bungker (pengerjaannya). Bunkernya mah tetap ada di situ," jelas Andi.

Artikel terkait

Rekomendasi