Pemerintah Kota Bogor menjadwalkan dimulainya proses distribusi material dan alat berat untuk proyek pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini menandai dimulainya pengerjaan fisik jalan sepanjang 300 meter tersebut guna meningkatkan aksesibilitas wilayah.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengonfirmasi bahwa pihak kontraktor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dikoordinasikan untuk memulai tahapan awal konstruksi di lapangan. Proyek ini dilansir dari Megapolitan akan menjadi fokus penataan lalu lintas di kawasan Batutulis.
"Tadi pihak ketiganya dari provinsi kita telepon, mereka mulai besok ya melakukan loading barang, penurunan alat berat. Yang itu tentu warga masyarakat harus terinformasikan dan tersosialisasikan," kata Jenal Mutaqin, Wakil Wali Kota Bogor.
Jenal menegaskan bahwa proses sosialisasi kepada warga sekitar akan melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta aparat kewilayahan setempat. Selain koordinasi teknis, pemerintah daerah juga menitikberatkan pada penyerapan tenaga kerja dari lingkungan sekitar proyek tersebut.
"Tapi tentu disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki. Entah itu pekerja kasar, kernet, atau tukang," ujarnya.
Target rekrutmen pekerja lokal diperkirakan mencapai 15 hingga 20 orang yang akan mengisi posisi tenaga lapangan dengan kriteria usia produktif. Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada penghujung tahun ini sesuai kesepakatan waktu kerja.
"Target yang disampaikan tadi Oktober ya paling akhir sudah bisa dipergunakan," ujar dia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa pengerjaan jalan ini memiliki durasi kontrak selama 163 hari kalender berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Proyek ini menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat senilai Rp 21,2 miliar.
"Ya (target selesai) pada akhir Oktober 2026. Ini (pengerjaan) 163 hari kalender," ujar Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor.
Anggaran puluhan miliar tersebut mencakup beberapa komponen pekerjaan utama di lapangan, mulai dari struktur jalan hingga fasilitas pendukung bagi pejalan kaki di sepanjang rute baru.
"Item pekerjaan itu terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebingan dan juga jalur pedestrian," imbuh dia.
Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, memaparkan detail teknis jalan yang memiliki lebar delapan meter tersebut. Ia menyebutkan akan ada penyesuaian elevasi tanah agar jalan menjadi lebih landai.
"Dikupas nanti diturunin. Kan harus tembus keganjal di bawah, Ada treatment maka kita nanti pakai sheet pile. Bikin landai," ujarnya.
Meskipun terdapat pengerjaan konstruksi besar dan penggalian tanah di area tersebut, otoritas terkait memastikan bahwa keberadaan bunker kuno yang terletak di ujung jalan tidak akan terkena dampak pembangunan.