Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk memperbaiki 32 ruas jalan strategis melalui dukungan pembiayaan senilai Rp 230,25 miliar pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil guna memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur.
Proyek infrastruktur tersebut diformalisasikan melalui penandatanganan perjanjian oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa. Prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya ini juga dihadiri jajaran legislatif dan eksekutif daerah.
Skema bantuan ini merupakan bagian dari Program SINERGI bentukan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebagai alternatif pembiayaan kreatif bagi daerah. Dilansir dari Kompas, inisiatif ini bertujuan mempercepat pembangunan tanpa mengganggu stabilitas neraca keuangan pemerintah daerah secara destruktif.
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menjelaskan bahwa pinjaman daerah merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan di sektor produktif. Fasilitas ini diharapkan memperkuat konektivitas serta memajukan sektor perdagangan, pertanian, dan UMKM di Tasikmalaya.
"Kami kembali menegaskan bahwa pinjaman daerah merupakan instrumen percepatan pembangunan, bukan beban bagi pemerintah daerah," ujar Faaris, dikutip Kompas.
Berdasarkan data teknis, peningkatan jalan ini memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp 30 miliar dengan Benefit Cost Ratio (BCR) mencapai 1,13. Angka tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang akan dirasakan masyarakat jauh lebih besar dibandingkan biaya investasi yang dikucurkan.
Penyelesaian infrastruktur ini ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh dan menekan biaya operasional kendaraan bagi warga. Efisiensi distribusi barang ini dianggap krusial untuk mendukung sentra produksi pangan menuju pasar sesuai agenda swasembada pangan nasional.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan fundamental masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas yang selama ini terhambat oleh kondisi jalan yang buruk.
"Kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutur Cecep.
Hingga Maret 2026, PT SMI tercatat telah mengelola portofolio pembiayaan daerah dengan total komitmen mencapai Rp 37,44 triliun. Posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sendiri dinilai stabil dengan catatan pendapatan daerah yang menguat hingga Rp 3,57 triliun pada tahun 2024.