Pemkab Sumedang Tekan Prevalensi Stunting Menjadi 6,6 Persen

Pemkab Sumedang Tekan Prevalensi Stunting Menjadi 6,6 Persen
Foto: Ilustrasi Pemkab Sumedang Tekan Prevalensi Stunting Menjadi 6,6 Persen.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berhasil menekan prevalensi stunting dari angka 6,9 persen menjadi 6,6 persen melalui penguatan data presisi serta intervensi kolaboratif. Penurunan angka tengkes tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Kamis (21/5).

Komitmen untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai target di bawah 5 persen ditegaskan oleh pemerintah daerah, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Langkah penanganan ini difokuskan pada integrasi data akurat yang mencakup keluarga berisiko stunting, calon pengantin, ibu hamil, hingga penerima manfaat program.

Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila, menjelaskan bahwa proses intervensi tidak boleh berpijak pada asumsi semata. Pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci utama dalam menentukan ketepatan langkah penanganan di lapangan.

"Seluruh data harus terintegrasi dan diperbarui secara berkala. Data yang akurat akan menentukan ketepatan intervensi yang kita lakukan," ungkap Fajar.

Selain penguatan data, prioritas komitmen diarahkan pada sektor kesehatan remaja putri berupa edukasi gizi, pola hidup sehat, serta pemberian tablet penambah darah untuk mencegah anemia. Pemkab Sumedang juga memberikan perhatian khusus terhadap risiko pernikahan usia dini yang berdampak pada kesehatan ibu dan anak.

"Pernikahan dini tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan termasuk risiko stunting," tandasnya.

Program penanganan tengkes ini diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan melalui keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Gerakan bersama yang serius dan terintegrasi menjadi landasan utama Pemkab Sumedang dalam mencapai target penurunan stunting selanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi