Pemerintah Kabupaten Bekasi memasukkan proyek perbaikan jalan utama di Perumahan Puri Cendana, Desa Sumberjaya, ke dalam program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Kepastian tersebut muncul pada Selasa (5/5/2026) setelah keresahan warga atas kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun mendapat respons pemerintah daerah.
Pengalokasian anggaran ini dilakukan menyusul kondisi infrastruktur yang kerap membahayakan aktivitas masyarakat, terutama saat hujan yang mengubah jalan menjadi kubangan lumpur. Dilansir dari Megapolitan, perbaikan ini menyasar area seluas 4.500 meter persegi dengan total pagu anggaran mencapai Rp3.259.800.000.
Data dalam dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) menunjukkan bahwa realisasi fisik proyek pemerintah ini diperkirakan baru akan dimulai pada akhir tahun 2026. Perwakilan komunitas pemuda setempat, Fiky Rio Utama, mengonfirmasi bahwa rencana perbaikan tersebut sudah tertera secara resmi dalam sistem informasi pemerintah.
"Alhamdulillah sudah masuk pagu ya, sudah ada di websitenya juga. Dan kemarin pun sudah sempat direspons sama Bupati untuk cepat terealisasi," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Sebelum adanya kepastian anggaran dari pemerintah, warga di tujuh RW telah bergerak secara mandiri dengan mengumpulkan dana swadaya hingga ratusan juta rupiah. Gerakan yang diinisiasi oleh sekitar 200 pemuda ini bertujuan untuk memberikan solusi cepat tanpa harus menunggu birokrasi pemerintah yang memakan waktu lama.
"Tergeraknya karena resah ya, tapi enggak pernah ada solusi. Dan kami ingin jadi anak muda yang bermanfaat dan menebarkan energi positif buat warga sendiri," kata Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Dalam pelaksanaannya, komunitas penggerak menggunakan pendekatan persuasif kepada warga untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Pihak pemuda berperan sebagai jembatan komunikasi antara warga dengan pengurus RT dan RW dalam menyusun strategi penggalangan dana secara sukarela.
"Kami tidak membebankan kepada warga. Tapi mengajak warga yang memang peduli. Dan tidak ada nominal wajib yang dibayarkan," kata Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Upaya swadaya tersebut tercatat telah berhasil melakukan perbaikan jalan dalam dua tahap yang dilakukan sejak akhir tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Tahap pertama menghabiskan dana Rp180 juta untuk pengecoran 100 meter, sedangkan tahap kedua pada Mei 2026 mengumpulkan Rp330,9 juta untuk pengecoran sepanjang 150 meter.
"Kami anak muda itu punya tanggung jawab. Karena ke depannya kami yang akan melanjutkan perjuangan para orang tua dan RT-RW di sini," tutur Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Komunitas pemuda tersebut menegaskan bahwa aksi mereka tidak akan berhenti pada persoalan jalan rusak saja, melainkan berlanjut ke masalah lingkungan lainnya. Rencana kerja selanjutnya mencakup penataan pedagang kaki lima, perbaikan sistem drainase, hingga pengelolaan sampah di area perumahan.
"Masalah di lingkungan kami bukan cuma jalan. Jadi satu per satu kami selesaikan sesuai prioritas," katanya Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.