Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan untuk menandai pemindahan arca Buddha 'Mbah Bhelet' di kawasan Candi Borobudur pada Senin (4/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mempermudah akses bagi wisatawan dan peziarah keagamaan.
Relokasi benda bersejarah tersebut bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang melakukan wisata religi maupun budaya di area tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Arca yang dikenal sebagai Unfinished Buddha ini awalnya ditemukan di bawah stupa induk Candi Borobudur sebelum sempat disimpan di Museum Karmawibhangga.
Kini, arca tersebut ditempatkan di Lapangan Kenari yang dinilai lebih terbuka bagi publik. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa proses penentuan lokasi baru telah melalui tahap diskusi panjang dengan berbagai pihak terkait di kawasan cagar budaya tersebut.
"Pemindahan arca ini telah dikonsultasikan dengan seniman, budayawan, tokoh lokal, serta para Bante dan Biksu. Harapannya, penempatan arca ini di Lapangan Kenari dapat menghadirkan nilai budaya dan spiritual yang lebih kuat, sekaligus membuatnya lebih aksesibel," ujar Menteri Fadli Zon.
Prosesi adat pemindahan ini juga dimeriahkan dengan pementasan Wayang Ruwat oleh Ki Dalang Darmo Widjoyo serta pembacaan doa oleh tokoh agama setempat. Kegiatan ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan spiritualitas yang melekat pada objek tersebut.
"Dengan adanya tradisi ini, kita melihat satu perjalanan, spiritual journey, yang bertujuan untuk mendapat keberkahan dan kebaikan, serta menjadi pelengkap dan penyempurnaan dari apa yang kita miliki," imbuh Fadli Zon.
Secara arkeologis, arca Mbah Bhelet menarik perhatian karena pahatannya yang dianggap belum selesai, sehingga memicu berbagai interpretasi ilmiah mengenai peradaban kuno di Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh sarana penunjang arca ini rampung dalam waktu dekat.
"Kita dorong agar pedestal dan patungnya bisa segera selesai sebelum perayaan Tri Suci Waisak tanggal 31 Mei 2026," tutup Fadli Zon.