Pemilik Hanania Travel Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Kasus Penipuan

Pemilik Hanania Travel Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Kasus Penipuan
Foto: Ilustrasi Pemilik Hanania Travel Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Kasus Penipuan.

Dugaan tindakan penipuan yang melibatkan biro perjalanan umrah kembali terjadi. Kali ini, pemilik Hanania Travel yang bernama Ahmad Syah Farhan resmi dilaporkan ke pihak Polda Metro Jaya.

Laporan hukum tersebut dilayangkan lantaran adanya dugaan penipuan yang merugikan ribuan jemaah umrah, seperti dikutip dari Suara. Akumulasi total kerugian para jemaah tersebut diperkirakan mencapai nominal sekitar Rp60 miliar.

Dana puluhan miliar tersebut merupakan biaya perjalanan ibadah umrah yang telah disetorkan oleh para jemaah ke pihak Hanania Travel sejak bulan Desember 2025.

Dampak dari kasus wanprestasi ini ternyata tidak hanya menimpa para jemaah yang gagal berangkat. Seorang fotografer bernama Randy Permana ikut mengklaim dirinya menjadi salah satu korban dari manajemen travel tersebut.

Melalui unggahan di Instagram Story pada hari Kamis, 28 Mei 2026, Randy mengungkapkan bahwa tagihan biaya dokumentasi dari pekerjaan yang telah diselesaikannya sejak Desember 2025 masih belum dibayarkan.

"Jemaah kan sudah bayar lunas, kita juga sudah beresin kerjaan sampai jamaahmu pada seneng. Kok tagihan dari Desember 2025 belum di bayar ya? Kemana duitnya bro?" kata Randy Permana.

Fotografer yang sebelumnya pernah mengkritik Taqy Malik perihal persoalan wakaf Al-Quran tersebut kemudian membeberkan nominal kerugian finansial yang ia alami akibat kerja sama tersebut.

"Total sekitar Rp200jutaan dan pekerjaan sudah selesai semua," tutur Randy.

Randy menyatakan situasi ini sangat memberatkan usahanya. Terlebih lagi, ia secara pribadi telah melunasi semua pembayaran untuk tim operasional yang membantunya di lapangan.

"Rp 200 juta bukan uang kecil buat kami selaku vendor dokumentasi. Tim yang bertugas juga sudah kami bayar semua, tapi bisa-bisanya anda wanprestasi tidak bayarkan uang jamaah ke kami," ujar Randy.

Upaya Penagihan yang Selalu Melewati Batas Waktu

Sebelum memutuskan untuk bersuara di media sosial, Randy mengaku telah mencoba melakukan proses penagihan secara personal dan menyimpan bukti percakapan dengan manajemen Hanania Travel.

"Sebelumnya saya diam karena mencoba lihat upaya Farhan untuk membayar, tapi sudah sering lewat jatuh tempo yang dia janjikan sendiri," ucap Randy Permana.

Berdasarkan informasi yang beredar, masalah internal finansial biro perjalanan ini diduga berimbas luas ke banyak pihak di dalam ekosistem kerja mereka.

Sejumlah pihak lain yang dilaporkan ikut menjadi korban wanprestasi ini meliputi para tour leader, staf kantor, muthawif, hingga menyangkut upah gaji bulanan serta Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan yang belum dibayarkan.

"Kaget sebanyak ini, uangnya kemana sih?" kata Randy.

Saat ini, Randy berharap segera ada penyelesaian konkret atas krisis finansial yang menimpa dirinya dan para korban lain, serta berharap agar aktivitas pekerjaannya ke depan dapat berjalan lancar.

Artikel terkait

Rekomendasi