Polresta Bogor Kota merilis pemetaan titik rawan aksi pembegalan dan pencurian sepeda motor di berbagai wilayah kecamatan pada Kamis (16/4/2026). Langkah antisipasi ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kriminalitas yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu di area pemukiman dan jalur sepi.
Pemetaan tersebut mencakup sejumlah wilayah di Bogor Utara seperti Cimahpar, kawasan Katulampa, serta jalur Pangkalan 2 Kedunghalang sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Polisi juga mengidentifikasi titik rawan di Tanah Sareal, khususnya kawasan Cijambu dan Salabenda yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi Nugroho menjelaskan bahwa jam operasional pelaku begal biasanya berkisar antara dini hari hingga menjelang subuh.
"Tanah Sareal di Kawasan Cijambu dan Salabenda yang berbatasan langsung dengan Kemang/Parung (Kabupaten Bogor)," kata Aji, Kamis.
Selain area tersebut, titik rawan lain berada di Bubulak yang berbatasan dengan Laladon, serta Jalan Tentara Pelajar dan Pamoyanan di Bogor Selatan. Aji menambahkan bahwa selain begal, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga menjadi perhatian serius pada rentang pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.
"Kawasan Perumahan di Taman Kencana (Bogor Tengah), Perumahan Yasmin (Bogor Barat), dan perumahan di wilayah Bogor Utara dan Pusat Keramaian sekitar area stasiun dan pasar tradisional (Pasar Anyar dan Pasar Bogor)," kata dia.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Bogor mengambil kebijakan untuk memperluas jangkauan pengawasan elektronik di ruang publik. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyatakan pihaknya akan melakukan penambahan alat pemantau di titik-titik strategis.
"Ada kita akan tambah, tambah 100 (unit CCTV) lagi," ungkap Dedie, Kamis.
Penambahan 100 unit Closed-Circuit Television (CCTV) ini dilakukan karena jumlah 110 unit yang ada saat ini dianggap belum ideal untuk mengawasi wilayah seluas 111 kilometer persegi. Integrasi sistem akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap sudut kota terpantau maksimal oleh pusat komando.
"Meskipun sudah tersambung lebih dari 110 CCTV tapi untuk ukuran kota dengan luas 111 Km persegi ini masih sangat kurang," lanjut Dedie.
Pemerintah menargetkan pemasangan satu unit kamera setiap 50 meter pada area aula utama yang terhubung langsung ke Command Center Kota Bogor. Keberadaan teknologi ini diharapkan mempermudah deteksi dini terhadap tindak pidana maupun membantu warga dalam situasi darurat.
"Kalau nanti ada CCTV yang lebih lengkap Nah kita bisa detect siapa yang ambil, kapan diambilnya, ketinggalannya dimana Itu kita bisa bantu masyarakat," jelas Dedie.