Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan peningkatan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) menjadi 30 persen melalui skema A30 untuk mengurangi ketergantungan impor material konstruksi nasional. Kebijakan strategis ini diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi signifikan mencapai Rp22,67 triliun sebagaimana dilaporkan Kamis (30/4/2026).
Langkah hilirisasi tersebut bertujuan mengubah komposisi pasar yang saat ini masih didominasi aspal impor sebesar 78 persen menjadi sekitar 52 persen. Dilansir dari Ekonomi, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) memproyeksikan penghematan devisa negara dapat menyentuh angka Rp4,08 triliun setiap tahunnya melalui optimalisasi sumber daya lokal ini.
Ketua Umum Gapensi, Andi Rukman menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan upaya nyata untuk mencapai kemandirian material di sektor konstruksi tanah air. Menurutnya, penggunaan Asbuton akan menekan dominasi aspal luar negeri yang selama ini menguasai pasar domestik.
"Kebijakan ini diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga sekitar Rp4,08 triliun per tahun dan memberikan efek ekonomi hingga Rp22,67 triliun," ujar Andi Rukman, Ketua Umum Gapensi.
Andi juga memberikan apresiasi terhadap langkah hilirisasi tersebut karena dianggap mampu membuka lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan. Namun, pihak Gapensi memberikan catatan khusus mengenai pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan teknologi di lapangan.
ÔÇ£Dari sisi Gapensi, kami melihat ini sebagai peluang besar, namun implementasinya tetap perlu memperhatikan kesiapan di lapangan,ÔÇØ tambahnya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini sedang mengakselerasi pembentukan dasar hukum untuk mendukung mandat penggunaan aspal lokal secara masif. Menteri PU Dody Hanggodo mengonfirmasi bahwa peraturan tersebut akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
"Penyusunan Permen ini kita percepat dan ditargetkan dalam 1ÔÇô2 minggu ke depan sudah selesai sehingga bisa segera kita launching," tegas Dody Hanggodo, Menteri PU.
Skema A30 yang diusung pemerintah mengadopsi pola keberhasilan program biodiesel B30 di sektor energi. Melalui mandat ini, serapan Asbuton diharapkan melonjak tajam dari posisi saat ini yang hanya menyumbang 4 persen dari total konsumsi nasional.